Upaya Menggapai Ketersediaan Pangan Bersama Nainawa Agro

Wednesday, August 20, 2025

6 Cara Menanam Sawi Hijau: Mudah dan Cepat, Ikuti Langkahnya

 

Ilustrasi sawi hijau (Gambar oleh Iskandar Ab. Rashid dari Pixabay)


Cara menanam sawi hijau tidak memerlukan bahan dan Teknik yang sulit, siapapun dapat menanamnya dengan mudah, cukup dengan mengikuti langkah-langkah sederhana berikut ini. Sayuran sawi adalah sayuran berdaun hijau yang tumbuh cepat dan bergizi. Sawi sempurna untuk makanan pelengkap atau bahan dasar menu utama.

Menjadi salah satu sayuran favorit di Indonesia, membuat cara menanam sawi sendiri di rumah dengan benar, banyak dicari oleh masyarakat yang menggemari sayuran hijau tersebut. Tidak hanya segar, sawi juga kaya akan manfaat dan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Meski terbilang mudah, cara menanam sawi haruslah benar dan sesuai urutan, agar sayuran sawi dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil panen yang melimpah saat dipanen. Perawatan sawi selama ditanam juga perlu diperhatikan agar sawi tidak dimakan hama.

Untuk informasi lebih lengkapnya, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber cara menanam sawi hijau dengan mudah dan cepat, Rabu (24/8/2022).

Petani memanen sawi di Para Meter Utara Desa Selapanjang, Tangerang Banten, Selasa (23/11/2021). Petani menjualnya satu gabuk isi 20 ikat dengan harga Rp 60 ribu rupiah ke pasar induk Tangerang. (merdeka.com/Imam Buhori)

1. Pemilihan Benih Unggul

Cara menanam sawi hijau yang pertama adalah memilih benih yang baik. Benih sawi bisa didapatkan dengan dua cara, yakni membeli pada toko benih atau juga bisa dapatkan dari sawi itu sendiri. Jika anda melakukan budidaya sawi hanya untuk skala kecil di pekarangan rumah, maka bisa mengambil cara pertama.

Sedangkan untuk memperoleh benih dari sawi itu sendiri adalah dengan mengambil benih sawi berusia tidak kurang dari 70 hari. Ciri khas benih berkualitas sawi adalah warna benih lebih yang coklat kehitaman dan mengkilap, teksturnya licin namun keras, dan bentuknya membulat.

2. Penyemaian Benih

Cara menanam sawi yang kedua adalah proses penyemaian benih. Anda harus segera lakukan semai benih, setelah benih berkualitas telah didapatkan. Mula-mula benih yang dipilih harus direndam dalam waktu 12 jam. Benih yang tidak mengapung lantas dikeringkan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag sebagai media tanam.

Pastikan telah mengisi polybag dengan humus dan pupuk, menggunakan perbandingan 1:3. Pada tiap polybag yang disediakan, tanamlah sekitar 5 hingga 10 benih. Siram setiap benih dengan dosis 2 kali dalam sehari. Proses ini dilakukan hingga tunas sawi tumbuh. Sebaiknya, letakkan polybag yang berisi benih di tempat yang sejuk, namun tetap terkena sinar matahari.

3. Pengaturan Lahan

Cara menanam sawi yang ketiga adalah mengatur lahan yang telah disediakan. Pengaturan lahan ini dimulai dari memperbaiki struktur tanah. Tanah yang akan dipakai menanam sawi harus dalam kondisi gembur. Saat mencangkul tanah sebagai lahan, pastikan Anda juga membersihkan tanah dari rumput liar dan gulma.

Lubang lahan yang dibutuhkan untuk penanaman sawi adalah sekitar 40 cm kedalamannya. Lahan juga harus ditambahkan pupuk organik. Hal ini bertujuan agar unsur hara tanah jadi sesuai. Selain itu, lahan juga harus dipastikan mendapatkan sinar matahari langsung.

Petani memanen sawi di Para Meter Utara Desa Selapajang, Tangerang Banten, Selasa (23/11/2021). Petani menjualnya satu gabuk isi 20 ikat dengan harga Rp 60 ribu rupiah ke pasar induk Tangerang. (merdeka.com/Imam Buhori)

4. Menanam Tunas Sawi

Menanam tunas sawi menjadi langkah keempat dalam cara menanam sawi. Proses ini bisa mulai menanam tunas sawi dalam lubang lahan tersebut. Pastikan sebelum ditanam, tunas sudah didiamkan selama kurang lebih 10 hari dulu. Jarak antar tunas ini bisa menggunakan ukuran 30 cm. Cara menanam tunas, cukup dengan menimbunnya hingga setengah batang tunas. Tambahkan pupuk kompos.

5. Merawat Tanaman Sawi

Cara menanam sawi yang selanjutnya adalah tahap perawatan. Perawatan sawi memang terbilang agak susah. Pasalnya, tiap tanaman sawi harus mendapatkan paparan sinar matahari yang tidak melebihi 8 jam. Sedangkan dosis penyiraman sawi adalah dua kali dalam sehari.

Air yang digunakan untuk menyiram tanaman sawi, hendaknya dicampur dengan pupuk organik. Pencampuran air dengan bahan ini, dimaksudkan agar unsur hara tanah dan nutrisi tanaman sawi terpenuhi dengan baik. Perbedaan musim juga harus diperhatikan dalam hal penyiraman sawi.

6. Mengendalikan Hama hingga Panen

Cara menanam sawi yang terakhir adalah mencegah hama menyerang tanaman sawi. Proses pengendalian hama ini, cukup dilakukan dengan pestisida dalam waktu 2 Minggu. Pemberian pestisida ini dilakukan sebelum masa panen. Masa panen adalah masa dimana sawi telah berumur 80 harian.

Saat panen, cukup dengan cara mencabut hingga akar atau hingga bagian batangnya. Simpan dengan keadaan berdiri, serta tambahkan percikan air agar tetap terlihat segar. Pastikan juga anda telah mencuci bersih sawi yang dipanen sebelum disimpan atau dikonsumsi.

Sumber:


Thursday, August 14, 2025

Langkah Mudah dan Tepat Budidaya Pepaya California

 



Pepaya California merupakan salah satu jenis pepaya yang digemari banyak orang karena rasanya manis dan bergizi. Tinggi pohon pepaya ini terbilang kedil hanya sekitar 1,5—2 m dengan batang beruas pendek dan berpelepah. Tanaman dapat berbuah lebat mencapai 25—30 buah. Daging buah pepaya California berwarna merah cerah dan terlihat berlubang seperti bintang saat dipotong. Rasanya manis dan bisa disimpan selama lima hari.

Teknik budidaya pepaya California sebetulnya tidak begitu sulit, tanaman hanya perlu dirawat dengan benar agar tingkat produktivitas tanaman meningkat. Berikut ini langkah-langkah budidaya pepaya California.
Biji tanaman

Tanaman pepaya diperbanyak secara generatif dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang sehat dan sudah masak di pohon.

Pengolahan Lahan

Sebelum menanam, Anda perlu mengolah lahan terlebih dahulu agar kondisi lahan sesuai untuk pertumbuhan tanaman pepaya. Pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman lainnya. Selain itu, drainase diperbaiki agar lahan tidak tergenang oleh air.

Setelah itu, tanah dicangkul, kemudian ratakan tanah dan campur dengan abu bakaran kayu sawmill. Selanjutnya, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 × 60 × 50 cm. Tanah bagian atas dari lubang tanam diletakkan di bagian sisi kanan, sedangkan bagian bawah diletakkan di bagian sisi kiri tanaman. Diamkan lubang tersebut selama 1—2 minggu untuk mengurangi kadar pH tanah dan kandungan air.

Jika ada lebih dari satu tanaman yang akan Anda tanam, gunakan jarak tanam antar lubang sebesar 2,5 × 2,5 m atau 2,5 × 2,75 m.

Penanaman

Tanaman pepaya California dapat ditanam dengan dua cara, yaitu menggunakan benih yang langsung ditanam di lahan dan menggunakan bibit. Benih dapat langsung ditanam di dalam lubang tanam yang sudah disiapkan sebanyak 2—3 biji per lubang tanam. Biji tanaman ditanam pada bedengan dengan ukuran lebar 1—1,5 meter, tinggi 30—40 cm, dan jarak antara bedengan sekitar 1 m. Jarak antara lubang tanam pada bedengan sekitar 2,5—2,75 m.

Jika Anda ingin menggunakan bibit, lakukan pemindahan bibit dari polibag setelah tanaman berumur antara 1—1,5 bulan ke lubang tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Satu lubang tanam dapat digunakan untuk menanam dua bibit sebagai antisipasi jika satu bibit mati. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Pemupukan

Tanaman perlu diberikan pupuk dasar berupa abu bekas bakaran kayu sebanyak 20 kg per lubang tanam yang diberikan saat proses pengolahan tanah. Tanaman juga perlu diberikan pupuk susulan berupa NPK 15-15-15 sebanyak 100 kg/hektare untuk satu musim tanam. Abu bekas bakaran kayu perlu diberikan 3 bulan sekali, masing-masing sebanyak 20 kg per tanaman.

Pemeliharaan

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu disiangi secara rutin dengan teknik manual menggunakan tangan. Jangan lupa untuk melakukan pembumbunan ketika sedang menyiangi gulma agar batang tanaman yang sudah semakin tinggi tidak mudah rebah.

Panen

Pepaya California sudah bisa dipanen pertama kali saat berumur 8—9 bulan. Buah pepaya yang sudah matang akan memiliki semburat warna kuning kemerahan 25 persen pada kulit buah di bagian ujung.

Sumber:

Tuesday, August 5, 2025

Cara Membuat Pestisida Nabati Dari Akar Tuba Dengan Mudah


Ilustrasi tanaman akar tuba(Shutterstock/pisitpong2017)

Tanaman tuba adalah jenis tanaman perdu yang bisa memanjat hingga tingginya mencapai 10 m. Batangnya berkayu, bercabang monopodial, berwarna muda saat muda dan menjadi coklat kekuningan saat tua. Dahulu, tanaman ini dikenal sebagai racun untuk menangkap ikan di sungai. Tapi ternyata, tanaman tuba juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati.

Bagian tanaman tuba yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida yaitu akarnya. Menurut penjelasan di Cybext Kementerian Pertanian, tanaman tuba mengandung senyawa aktif berupa rotenon. Kandungan ini paling tinggi ada di akarnya yakni sekitar 0,3 hingga 12 persen. Rotenon adalah racun perut dan kontak, namun tidak bersifat sistemik. 

Rotenon cukup aman bagi manusia, namun cukup mematikan untuk hama. Senyawa aktif ini akan larut dalam pelarut organik orlat, bekerja lambat, dan membutuhkan beberapa hari untuk membunuh serangga. Selain rotenon, senyawa aktif lainnya yang ada pada akar tuba yaitu deguelin, elliptone, dan toxicarol.

Cara Membuat Pestisida Nabati dari Akar Tuba

Senyawa aktif dalam akar tuba diketahui bisa membantu mengendalikan hama tanaman. Cara pembuatan pestisida ini juga tidak sulit. Akar yang akan digunakan untuk pestisida perlu dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian, ditumbuk sampai halus dan dicampurkan dengan air. Setelah itu, pestisida sudah bisa diaplikasikan. 

Selain ditumbuk, akar tuba juga bisa diiris tipis kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari langsung. Selanjutnya, akar tuba kering digiling hingga menjadi tepung. Tepung dari akar tuba dengan konsentrasi 1 sampai 5 persen sangat efektif untuk mengendalikan hama gudang pada biji-bijian. 

Sumber:

Monday, August 4, 2025

Puntung Rokok Dicampur Obat Nyamuk Bakar, Jadilah Cairan Sakti Pembasmi Hama yang Super Ampuh!




Pestisida alami kini makin diminati karena aman bagi lingkungan dan lebih hemat biaya. Salah satu alternatif menarik datang dari bahan yang sering dianggap sampah, yaitu puntung rokok dan obat nyamuk bakar. Meski terkesan tidak lazim, kombinasi keduanya mampu menghasilkan cairan pembasmi hama tanaman yang ampuh.

Cairan ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki kebun kecil di rumah dan ingin menghindari bahan kimia keras dalam perawatan tanaman. Ramuan ini memanfaatkan kandungan nikotin dari tembakau bekas puntung rokok yang terbukti mampu mengganggu sistem saraf serangga. Ditambah dengan unsur aktif dari obat nyamuk bakar, cairan ini menjadi pestisida organik yang efektif melawan ulat, belalang, hingga kutu tanaman.

Proses pembuatannya pun sederhana dan bisa langsung dicoba di rumah tanpa peralatan khusus.

Bahan yang diperlukan:

• Puntung rokok: ambil tembakaunya saja, buang filternya.
• Obat nyamuk bakar: potong kecil-kecil lalu haluskan.
• Air putih secukupnya.
• Botol plastik bekas.
• Kain pembungkus dan alat pemukul.

Langkah pembuatannya:

1. Masukkan tembakau dari puntung rokok ke dalam botol plastik. 
2. Tambahkan air putih, kocok, dan diamkan selama 2 jam. 
3. Haluskan obat nyamuk bakar lalu bungkus dengan kain. 
4. Masukkan hasil tumbukan ke botol lain, tambahkan air putih, lalu kocok dan diamkan 2 jam. 
5. Campur kedua cairan, saring, lalu tuang ke dalam botol semprot. 

Setelah jadi, cairan ini bisa langsung digunakan pada tanaman dengan menyemprotkannya secara rutin. 

Gunakan seminggu sekali untuk hasil maksimal. Cairan ini terbukti efektif menjaga daun tetap utuh dari serangan hama. Selain hemat biaya, kamu juga ikut menjaga lingkungan tetap sehat dengan tidak menggunakan bahan kimia sintetis.

Sumber:


Saturday, August 2, 2025

Teknis Budidaya Kacang Panjang




Kacang panjang dapat dibudidayakan di mana saja. Baik di lahan dataran tinggi maupun dataran rendah. Bahkan kacang panjang bisa dibudidayakan di lahan sempit pekarangan rumah atau dalam polybag ukuran besar (30 cm). Namun agar bisa tumbuh maksimal, kacang panjang tumbuh baik pada tanah latosol atau lempung berpasir, subur, mengandung bahan organik tinggi dan drainasenya baik, pH 5,5 – 6,5, suhu antara 20 – 30oc, iklim kering, curah hujan antara 600 – 1.500 mm/tahun.

Pemilihan Benih Kacang Panjang
  1. Benih yang digunakan adalah yang murni, bernas/kusam, daya tumbuh diatas 85%, tidak mengandung wabah hama dan penyakit.
  2. Keperluan benih per Ha: 15 -20 kg.
  3. Benih langsung ditanam pada lubang tanam dengan cara ditugal.
Olah Tanah Persiapan Lahan

Memulai pengolahan tanah untuk budidaya kacang panjang pada lahan tegalan:
  1. Lahan dicangkul / dibajak hingga tanah menjadi gembur.
  2. Buat bedengan dengan ukuran 60 – 80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang disesuaikan.
  3. Jika pH tanah kurang dari 5,5 dilakukan pengapuran dengan dolomite sebanyak 1 – 2 ton/Ha atau 1 – 2 kuintal / 1000 m2 dan dicampur merata dengan tanah pada lapisan olah tanah kurang lebih sampai kedalaman 30 cm.
Penanaman

Berikut ini tahap-tahap persiapan bibit dan penanaman kacang panjang:
  1. Jarak lubang tanam 20 x 50 cm, 30 x 40 cm.
  2. Waktu tanam yang baik adalah awal musim hujan / awal musim kemarau, namun jika pengairan cukup bisa sepanjang musim.
  3. Buat larutan perendaman benih dengan jumlah disesuaikan jumlah benih. Larutan perendaman berupa air dicampur HORTECH dengan dosis 1 tutup/liter air. Untuk lebih baik lagi, agar memberikan imunisasi terhadap penyakit bisa ditambahkan BIO-SPF dengan dosis 1 sendok makan/1 liter air.
  4. Benih direndam selama 30 menit lalu ditiriskan.
  5. Benih dimasukkan ke lubang tanam sebanyak 2 biji, dan ditutup tanah halus tipis tipis.
  6. Benih yang tidak tumbuh disulam pada hari ke-5 setelah tanam.
Pemupukan

  • Pupuk Dasar; Urea 50 kg + TSP 75 kg + KCL 25 kg, atau disesuaikan rekomendasi daerah setempat. Pupuk dasar ini ditambah dengan MOSA GOLD sebanyak 1 botol per 1000 m2.
  • Umur 45 hari; Urea 50 kg + TSP 25 kg + KCL 75 kg, atau disesuaikan rekomendasi daerah setempat.
  • Pupuk diberikan didalam lubang pupuk yang terletak di sebelah lubang tanam.
  • Pupuk MOSA GOLD sebanyak 1 botol, 500 gr dicampurkan pada pupuk NPK secara merata saat pupuk dasar, untuk luas 1000 m2.
  • Pupuk Organik Cair AGRITECH dan Hormon Organik HORTECH disemprotkan / disiram pada tanaman umur;
– 2 minggu: 1 tutup HORTECH /tangki 14 ltr.
– 10 tutup AGRITECH /tangki 14 ltr.
– 4 minggu: 1 tutup HORTECH /tangki 14 ltr.
– 14 tutup AGRITECH /tangki 14 ltr.
– 6 minggu: 1 tutup HORTECH /tangki 14 ltr.
– 14 tutup AGRITECH /tangki 14 ltr.

Pemasangan Tiang Tajar/Lenjer

Setelah pemupukan susulan, pasang tajar dari bambu pada setiap bedengan karena kacang panjang sudah mulai membelit.

Contoh pemasangan tajar pada kacang panjang:
  1. Tajar ini biasanya dibuat dari bambu sepanjang 2 meter dengan lebar kira-kira 2 cm.
  2. Cara memasang lenjeran adalah dengan menancapkan satu lenjeran sedalam 10-15 cm di sekitar tanaman.
  3. Satu lenjeran untuk satu tanaman.
  4. Setelah lenjeran ditancapkan, gabungkan 4 lenjeran yang saling berdekatan pada ujung bagian atasnya, kemudian diikat.
  5. Lakukan seterusnya pada setiap 4 lenjeran.
Penyiangan

Penyiangan pada budidaya kacang panjang:

Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2 – 3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput. Penyiangan dengan cara mencabut rumput atau dengan alat koret.

Pemangkasan


Kacang panjang menjelang berbunga yang terlalu rimbun perlu dipangkas daun maupun ujung batang. Dengan pemangkasan, bunga yang muncul diharapkan akan lebih banyak.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian OPT (organisme Penggangu Tanaman). Pengendalian OPT pada kacang panjang dilakukan sesuai dengan jenis Organisme Pengganggunya:

Ulat grayak (spodoptera litura F)

Gejala: daun berlubang, ukuran tidak pasti, serangan berat pada musim kemarau. Bisa juga menyerang polong.

Pengendalian: 1) Rotasi tanaman, menjaga kebersihan kebun. 2) Semprot TOP BN (MOSA BN) 30 gr / tangki 15 ltr . Dosis 100 gr TOP BN (MOSA BN) / 1000 m2. Lihat: Cara kerja TOP BN (MOSA BN) 

Layu Bakteri (Pseudomonas Solanacearum)

Gejala: Tanaman layu secara mendadak, serangan berat banyak tanaman yang mati.

Pengendalian: 1) Rotasi tanaman, 2) SUPER GLIO (MOSA GLIO) 100 gr dicampur pupuk kompos yang jadi, ditabur pada lubang tanam sebelum tanam benih. Lihat: Cara kerja SUPER GLIO (MOSA GLIO).

Kutu daun (Aphis cracivora Koch)

Gejala: Daun keriting, tumbuh terlambat karena hama menghisap cairan sel. Aphis bergerombol dipucuk daun atau buah.

Pengendalian: 1) Rotasi tanaman dengan tanaman beda Family, 2) Semprot dengan TOP BN (MOSA BN) dengan Konsentrasi 30 gr / tangki 14 liter, 3) Semprot dengan TOP BN (MOSA BN) dengan dosis 1 sachet 100 gr /1000 m2.

Saatnya Panen

Budidaya kacang panjang sudah siap dipanen setelah 45-50 hari. Buah yang siap dipanen berwarna hijau keputihan. Cara panen dilakukan dengan cara dipetik, biasanya periode panen kacang panjang dalam satu kali siklus budidaya sebanyak 15-18 kali.

Hasil produksi kacang panjang bergantung pada banyak variabel, diantaranya jenis varieatas tanaman, mutu benih dan pemeliharaan. Budidaya kacang panjang yang baik menghasilkan panen lebih dari 35 ton per hektar.

Cara memetik buah saat panen menentukan produktivitas panen berikutnya. Ada dua cara untuk memetik buah kacang panjang:

Pertama, mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan dengan lekukan buah yang menempel pada buah.
Kedua dengan cara memutar buah hingga terlepas dari tangkainya.

Kedua cara tersebut bisa menghindarkan kerusakan pada bunga atau buah yang belum siap panen.

Demikian semoga bermanfaat.

Sumber: litbang agrokompleks MMC