Upaya Menggapai Ketersediaan Pangan Bersama Nainawa Agro

Wednesday, August 20, 2025

6 Cara Menanam Sawi Hijau: Mudah dan Cepat, Ikuti Langkahnya

 

Ilustrasi sawi hijau (Gambar oleh Iskandar Ab. Rashid dari Pixabay)


Cara menanam sawi hijau tidak memerlukan bahan dan Teknik yang sulit, siapapun dapat menanamnya dengan mudah, cukup dengan mengikuti langkah-langkah sederhana berikut ini. Sayuran sawi adalah sayuran berdaun hijau yang tumbuh cepat dan bergizi. Sawi sempurna untuk makanan pelengkap atau bahan dasar menu utama.

Menjadi salah satu sayuran favorit di Indonesia, membuat cara menanam sawi sendiri di rumah dengan benar, banyak dicari oleh masyarakat yang menggemari sayuran hijau tersebut. Tidak hanya segar, sawi juga kaya akan manfaat dan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Meski terbilang mudah, cara menanam sawi haruslah benar dan sesuai urutan, agar sayuran sawi dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil panen yang melimpah saat dipanen. Perawatan sawi selama ditanam juga perlu diperhatikan agar sawi tidak dimakan hama.

Untuk informasi lebih lengkapnya, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber cara menanam sawi hijau dengan mudah dan cepat, Rabu (24/8/2022).

Petani memanen sawi di Para Meter Utara Desa Selapanjang, Tangerang Banten, Selasa (23/11/2021). Petani menjualnya satu gabuk isi 20 ikat dengan harga Rp 60 ribu rupiah ke pasar induk Tangerang. (merdeka.com/Imam Buhori)

1. Pemilihan Benih Unggul

Cara menanam sawi hijau yang pertama adalah memilih benih yang baik. Benih sawi bisa didapatkan dengan dua cara, yakni membeli pada toko benih atau juga bisa dapatkan dari sawi itu sendiri. Jika anda melakukan budidaya sawi hanya untuk skala kecil di pekarangan rumah, maka bisa mengambil cara pertama.

Sedangkan untuk memperoleh benih dari sawi itu sendiri adalah dengan mengambil benih sawi berusia tidak kurang dari 70 hari. Ciri khas benih berkualitas sawi adalah warna benih lebih yang coklat kehitaman dan mengkilap, teksturnya licin namun keras, dan bentuknya membulat.

2. Penyemaian Benih

Cara menanam sawi yang kedua adalah proses penyemaian benih. Anda harus segera lakukan semai benih, setelah benih berkualitas telah didapatkan. Mula-mula benih yang dipilih harus direndam dalam waktu 12 jam. Benih yang tidak mengapung lantas dikeringkan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag sebagai media tanam.

Pastikan telah mengisi polybag dengan humus dan pupuk, menggunakan perbandingan 1:3. Pada tiap polybag yang disediakan, tanamlah sekitar 5 hingga 10 benih. Siram setiap benih dengan dosis 2 kali dalam sehari. Proses ini dilakukan hingga tunas sawi tumbuh. Sebaiknya, letakkan polybag yang berisi benih di tempat yang sejuk, namun tetap terkena sinar matahari.

3. Pengaturan Lahan

Cara menanam sawi yang ketiga adalah mengatur lahan yang telah disediakan. Pengaturan lahan ini dimulai dari memperbaiki struktur tanah. Tanah yang akan dipakai menanam sawi harus dalam kondisi gembur. Saat mencangkul tanah sebagai lahan, pastikan Anda juga membersihkan tanah dari rumput liar dan gulma.

Lubang lahan yang dibutuhkan untuk penanaman sawi adalah sekitar 40 cm kedalamannya. Lahan juga harus ditambahkan pupuk organik. Hal ini bertujuan agar unsur hara tanah jadi sesuai. Selain itu, lahan juga harus dipastikan mendapatkan sinar matahari langsung.

Petani memanen sawi di Para Meter Utara Desa Selapajang, Tangerang Banten, Selasa (23/11/2021). Petani menjualnya satu gabuk isi 20 ikat dengan harga Rp 60 ribu rupiah ke pasar induk Tangerang. (merdeka.com/Imam Buhori)

4. Menanam Tunas Sawi

Menanam tunas sawi menjadi langkah keempat dalam cara menanam sawi. Proses ini bisa mulai menanam tunas sawi dalam lubang lahan tersebut. Pastikan sebelum ditanam, tunas sudah didiamkan selama kurang lebih 10 hari dulu. Jarak antar tunas ini bisa menggunakan ukuran 30 cm. Cara menanam tunas, cukup dengan menimbunnya hingga setengah batang tunas. Tambahkan pupuk kompos.

5. Merawat Tanaman Sawi

Cara menanam sawi yang selanjutnya adalah tahap perawatan. Perawatan sawi memang terbilang agak susah. Pasalnya, tiap tanaman sawi harus mendapatkan paparan sinar matahari yang tidak melebihi 8 jam. Sedangkan dosis penyiraman sawi adalah dua kali dalam sehari.

Air yang digunakan untuk menyiram tanaman sawi, hendaknya dicampur dengan pupuk organik. Pencampuran air dengan bahan ini, dimaksudkan agar unsur hara tanah dan nutrisi tanaman sawi terpenuhi dengan baik. Perbedaan musim juga harus diperhatikan dalam hal penyiraman sawi.

6. Mengendalikan Hama hingga Panen

Cara menanam sawi yang terakhir adalah mencegah hama menyerang tanaman sawi. Proses pengendalian hama ini, cukup dilakukan dengan pestisida dalam waktu 2 Minggu. Pemberian pestisida ini dilakukan sebelum masa panen. Masa panen adalah masa dimana sawi telah berumur 80 harian.

Saat panen, cukup dengan cara mencabut hingga akar atau hingga bagian batangnya. Simpan dengan keadaan berdiri, serta tambahkan percikan air agar tetap terlihat segar. Pastikan juga anda telah mencuci bersih sawi yang dipanen sebelum disimpan atau dikonsumsi.

Sumber:


Thursday, August 14, 2025

Langkah Mudah dan Tepat Budidaya Pepaya California

 



Pepaya California merupakan salah satu jenis pepaya yang digemari banyak orang karena rasanya manis dan bergizi. Tinggi pohon pepaya ini terbilang kedil hanya sekitar 1,5—2 m dengan batang beruas pendek dan berpelepah. Tanaman dapat berbuah lebat mencapai 25—30 buah. Daging buah pepaya California berwarna merah cerah dan terlihat berlubang seperti bintang saat dipotong. Rasanya manis dan bisa disimpan selama lima hari.

Teknik budidaya pepaya California sebetulnya tidak begitu sulit, tanaman hanya perlu dirawat dengan benar agar tingkat produktivitas tanaman meningkat. Berikut ini langkah-langkah budidaya pepaya California.
Biji tanaman

Tanaman pepaya diperbanyak secara generatif dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang sehat dan sudah masak di pohon.

Pengolahan Lahan

Sebelum menanam, Anda perlu mengolah lahan terlebih dahulu agar kondisi lahan sesuai untuk pertumbuhan tanaman pepaya. Pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman lainnya. Selain itu, drainase diperbaiki agar lahan tidak tergenang oleh air.

Setelah itu, tanah dicangkul, kemudian ratakan tanah dan campur dengan abu bakaran kayu sawmill. Selanjutnya, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 × 60 × 50 cm. Tanah bagian atas dari lubang tanam diletakkan di bagian sisi kanan, sedangkan bagian bawah diletakkan di bagian sisi kiri tanaman. Diamkan lubang tersebut selama 1—2 minggu untuk mengurangi kadar pH tanah dan kandungan air.

Jika ada lebih dari satu tanaman yang akan Anda tanam, gunakan jarak tanam antar lubang sebesar 2,5 × 2,5 m atau 2,5 × 2,75 m.

Penanaman

Tanaman pepaya California dapat ditanam dengan dua cara, yaitu menggunakan benih yang langsung ditanam di lahan dan menggunakan bibit. Benih dapat langsung ditanam di dalam lubang tanam yang sudah disiapkan sebanyak 2—3 biji per lubang tanam. Biji tanaman ditanam pada bedengan dengan ukuran lebar 1—1,5 meter, tinggi 30—40 cm, dan jarak antara bedengan sekitar 1 m. Jarak antara lubang tanam pada bedengan sekitar 2,5—2,75 m.

Jika Anda ingin menggunakan bibit, lakukan pemindahan bibit dari polibag setelah tanaman berumur antara 1—1,5 bulan ke lubang tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Satu lubang tanam dapat digunakan untuk menanam dua bibit sebagai antisipasi jika satu bibit mati. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Pemupukan

Tanaman perlu diberikan pupuk dasar berupa abu bekas bakaran kayu sebanyak 20 kg per lubang tanam yang diberikan saat proses pengolahan tanah. Tanaman juga perlu diberikan pupuk susulan berupa NPK 15-15-15 sebanyak 100 kg/hektare untuk satu musim tanam. Abu bekas bakaran kayu perlu diberikan 3 bulan sekali, masing-masing sebanyak 20 kg per tanaman.

Pemeliharaan

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu disiangi secara rutin dengan teknik manual menggunakan tangan. Jangan lupa untuk melakukan pembumbunan ketika sedang menyiangi gulma agar batang tanaman yang sudah semakin tinggi tidak mudah rebah.

Panen

Pepaya California sudah bisa dipanen pertama kali saat berumur 8—9 bulan. Buah pepaya yang sudah matang akan memiliki semburat warna kuning kemerahan 25 persen pada kulit buah di bagian ujung.

Sumber:

Tuesday, August 5, 2025

Cara Membuat Pestisida Nabati Dari Akar Tuba Dengan Mudah


Ilustrasi tanaman akar tuba(Shutterstock/pisitpong2017)

Tanaman tuba adalah jenis tanaman perdu yang bisa memanjat hingga tingginya mencapai 10 m. Batangnya berkayu, bercabang monopodial, berwarna muda saat muda dan menjadi coklat kekuningan saat tua. Dahulu, tanaman ini dikenal sebagai racun untuk menangkap ikan di sungai. Tapi ternyata, tanaman tuba juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati.

Bagian tanaman tuba yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida yaitu akarnya. Menurut penjelasan di Cybext Kementerian Pertanian, tanaman tuba mengandung senyawa aktif berupa rotenon. Kandungan ini paling tinggi ada di akarnya yakni sekitar 0,3 hingga 12 persen. Rotenon adalah racun perut dan kontak, namun tidak bersifat sistemik. 

Rotenon cukup aman bagi manusia, namun cukup mematikan untuk hama. Senyawa aktif ini akan larut dalam pelarut organik orlat, bekerja lambat, dan membutuhkan beberapa hari untuk membunuh serangga. Selain rotenon, senyawa aktif lainnya yang ada pada akar tuba yaitu deguelin, elliptone, dan toxicarol.

Cara Membuat Pestisida Nabati dari Akar Tuba

Senyawa aktif dalam akar tuba diketahui bisa membantu mengendalikan hama tanaman. Cara pembuatan pestisida ini juga tidak sulit. Akar yang akan digunakan untuk pestisida perlu dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian, ditumbuk sampai halus dan dicampurkan dengan air. Setelah itu, pestisida sudah bisa diaplikasikan. 

Selain ditumbuk, akar tuba juga bisa diiris tipis kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari langsung. Selanjutnya, akar tuba kering digiling hingga menjadi tepung. Tepung dari akar tuba dengan konsentrasi 1 sampai 5 persen sangat efektif untuk mengendalikan hama gudang pada biji-bijian. 

Sumber:

Monday, August 4, 2025

Puntung Rokok Dicampur Obat Nyamuk Bakar, Jadilah Cairan Sakti Pembasmi Hama yang Super Ampuh!




Pestisida alami kini makin diminati karena aman bagi lingkungan dan lebih hemat biaya. Salah satu alternatif menarik datang dari bahan yang sering dianggap sampah, yaitu puntung rokok dan obat nyamuk bakar. Meski terkesan tidak lazim, kombinasi keduanya mampu menghasilkan cairan pembasmi hama tanaman yang ampuh.

Cairan ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki kebun kecil di rumah dan ingin menghindari bahan kimia keras dalam perawatan tanaman. Ramuan ini memanfaatkan kandungan nikotin dari tembakau bekas puntung rokok yang terbukti mampu mengganggu sistem saraf serangga. Ditambah dengan unsur aktif dari obat nyamuk bakar, cairan ini menjadi pestisida organik yang efektif melawan ulat, belalang, hingga kutu tanaman.

Proses pembuatannya pun sederhana dan bisa langsung dicoba di rumah tanpa peralatan khusus.

Bahan yang diperlukan:

• Puntung rokok: ambil tembakaunya saja, buang filternya.
• Obat nyamuk bakar: potong kecil-kecil lalu haluskan.
• Air putih secukupnya.
• Botol plastik bekas.
• Kain pembungkus dan alat pemukul.

Langkah pembuatannya:

1. Masukkan tembakau dari puntung rokok ke dalam botol plastik. 
2. Tambahkan air putih, kocok, dan diamkan selama 2 jam. 
3. Haluskan obat nyamuk bakar lalu bungkus dengan kain. 
4. Masukkan hasil tumbukan ke botol lain, tambahkan air putih, lalu kocok dan diamkan 2 jam. 
5. Campur kedua cairan, saring, lalu tuang ke dalam botol semprot. 

Setelah jadi, cairan ini bisa langsung digunakan pada tanaman dengan menyemprotkannya secara rutin. 

Gunakan seminggu sekali untuk hasil maksimal. Cairan ini terbukti efektif menjaga daun tetap utuh dari serangan hama. Selain hemat biaya, kamu juga ikut menjaga lingkungan tetap sehat dengan tidak menggunakan bahan kimia sintetis.

Sumber:


Saturday, August 2, 2025

Teknis Budidaya Kacang Panjang




Kacang panjang dapat dibudidayakan di mana saja. Baik di lahan dataran tinggi maupun dataran rendah. Bahkan kacang panjang bisa dibudidayakan di lahan sempit pekarangan rumah atau dalam polybag ukuran besar (30 cm). Namun agar bisa tumbuh maksimal, kacang panjang tumbuh baik pada tanah latosol atau lempung berpasir, subur, mengandung bahan organik tinggi dan drainasenya baik, pH 5,5 – 6,5, suhu antara 20 – 30oc, iklim kering, curah hujan antara 600 – 1.500 mm/tahun.

Pemilihan Benih Kacang Panjang
  1. Benih yang digunakan adalah yang murni, bernas/kusam, daya tumbuh diatas 85%, tidak mengandung wabah hama dan penyakit.
  2. Keperluan benih per Ha: 15 -20 kg.
  3. Benih langsung ditanam pada lubang tanam dengan cara ditugal.
Olah Tanah Persiapan Lahan

Memulai pengolahan tanah untuk budidaya kacang panjang pada lahan tegalan:
  1. Lahan dicangkul / dibajak hingga tanah menjadi gembur.
  2. Buat bedengan dengan ukuran 60 – 80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang disesuaikan.
  3. Jika pH tanah kurang dari 5,5 dilakukan pengapuran dengan dolomite sebanyak 1 – 2 ton/Ha atau 1 – 2 kuintal / 1000 m2 dan dicampur merata dengan tanah pada lapisan olah tanah kurang lebih sampai kedalaman 30 cm.
Penanaman

Berikut ini tahap-tahap persiapan bibit dan penanaman kacang panjang:
  1. Jarak lubang tanam 20 x 50 cm, 30 x 40 cm.
  2. Waktu tanam yang baik adalah awal musim hujan / awal musim kemarau, namun jika pengairan cukup bisa sepanjang musim.
  3. Buat larutan perendaman benih dengan jumlah disesuaikan jumlah benih. Larutan perendaman berupa air dicampur HORTECH dengan dosis 1 tutup/liter air. Untuk lebih baik lagi, agar memberikan imunisasi terhadap penyakit bisa ditambahkan BIO-SPF dengan dosis 1 sendok makan/1 liter air.
  4. Benih direndam selama 30 menit lalu ditiriskan.
  5. Benih dimasukkan ke lubang tanam sebanyak 2 biji, dan ditutup tanah halus tipis tipis.
  6. Benih yang tidak tumbuh disulam pada hari ke-5 setelah tanam.
Pemupukan

  • Pupuk Dasar; Urea 50 kg + TSP 75 kg + KCL 25 kg, atau disesuaikan rekomendasi daerah setempat. Pupuk dasar ini ditambah dengan MOSA GOLD sebanyak 1 botol per 1000 m2.
  • Umur 45 hari; Urea 50 kg + TSP 25 kg + KCL 75 kg, atau disesuaikan rekomendasi daerah setempat.
  • Pupuk diberikan didalam lubang pupuk yang terletak di sebelah lubang tanam.
  • Pupuk MOSA GOLD sebanyak 1 botol, 500 gr dicampurkan pada pupuk NPK secara merata saat pupuk dasar, untuk luas 1000 m2.
  • Pupuk Organik Cair AGRITECH dan Hormon Organik HORTECH disemprotkan / disiram pada tanaman umur;
– 2 minggu: 1 tutup HORTECH /tangki 14 ltr.
– 10 tutup AGRITECH /tangki 14 ltr.
– 4 minggu: 1 tutup HORTECH /tangki 14 ltr.
– 14 tutup AGRITECH /tangki 14 ltr.
– 6 minggu: 1 tutup HORTECH /tangki 14 ltr.
– 14 tutup AGRITECH /tangki 14 ltr.

Pemasangan Tiang Tajar/Lenjer

Setelah pemupukan susulan, pasang tajar dari bambu pada setiap bedengan karena kacang panjang sudah mulai membelit.

Contoh pemasangan tajar pada kacang panjang:
  1. Tajar ini biasanya dibuat dari bambu sepanjang 2 meter dengan lebar kira-kira 2 cm.
  2. Cara memasang lenjeran adalah dengan menancapkan satu lenjeran sedalam 10-15 cm di sekitar tanaman.
  3. Satu lenjeran untuk satu tanaman.
  4. Setelah lenjeran ditancapkan, gabungkan 4 lenjeran yang saling berdekatan pada ujung bagian atasnya, kemudian diikat.
  5. Lakukan seterusnya pada setiap 4 lenjeran.
Penyiangan

Penyiangan pada budidaya kacang panjang:

Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2 – 3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput. Penyiangan dengan cara mencabut rumput atau dengan alat koret.

Pemangkasan


Kacang panjang menjelang berbunga yang terlalu rimbun perlu dipangkas daun maupun ujung batang. Dengan pemangkasan, bunga yang muncul diharapkan akan lebih banyak.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian OPT (organisme Penggangu Tanaman). Pengendalian OPT pada kacang panjang dilakukan sesuai dengan jenis Organisme Pengganggunya:

Ulat grayak (spodoptera litura F)

Gejala: daun berlubang, ukuran tidak pasti, serangan berat pada musim kemarau. Bisa juga menyerang polong.

Pengendalian: 1) Rotasi tanaman, menjaga kebersihan kebun. 2) Semprot TOP BN (MOSA BN) 30 gr / tangki 15 ltr . Dosis 100 gr TOP BN (MOSA BN) / 1000 m2. Lihat: Cara kerja TOP BN (MOSA BN) 

Layu Bakteri (Pseudomonas Solanacearum)

Gejala: Tanaman layu secara mendadak, serangan berat banyak tanaman yang mati.

Pengendalian: 1) Rotasi tanaman, 2) SUPER GLIO (MOSA GLIO) 100 gr dicampur pupuk kompos yang jadi, ditabur pada lubang tanam sebelum tanam benih. Lihat: Cara kerja SUPER GLIO (MOSA GLIO).

Kutu daun (Aphis cracivora Koch)

Gejala: Daun keriting, tumbuh terlambat karena hama menghisap cairan sel. Aphis bergerombol dipucuk daun atau buah.

Pengendalian: 1) Rotasi tanaman dengan tanaman beda Family, 2) Semprot dengan TOP BN (MOSA BN) dengan Konsentrasi 30 gr / tangki 14 liter, 3) Semprot dengan TOP BN (MOSA BN) dengan dosis 1 sachet 100 gr /1000 m2.

Saatnya Panen

Budidaya kacang panjang sudah siap dipanen setelah 45-50 hari. Buah yang siap dipanen berwarna hijau keputihan. Cara panen dilakukan dengan cara dipetik, biasanya periode panen kacang panjang dalam satu kali siklus budidaya sebanyak 15-18 kali.

Hasil produksi kacang panjang bergantung pada banyak variabel, diantaranya jenis varieatas tanaman, mutu benih dan pemeliharaan. Budidaya kacang panjang yang baik menghasilkan panen lebih dari 35 ton per hektar.

Cara memetik buah saat panen menentukan produktivitas panen berikutnya. Ada dua cara untuk memetik buah kacang panjang:

Pertama, mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan dengan lekukan buah yang menempel pada buah.
Kedua dengan cara memutar buah hingga terlepas dari tangkainya.

Kedua cara tersebut bisa menghindarkan kerusakan pada bunga atau buah yang belum siap panen.

Demikian semoga bermanfaat.

Sumber: litbang agrokompleks MMC


Thursday, July 31, 2025

Jarak Tanam Waluh yang Tepat agar Tanaman Subur dan Produktif


Ilustrasi Jarak tanam waluh yang benar. Foto: Pexels.com/Anna Keibalo


Jarak tanam waluh menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman ini. Menentukan jarak tanam yang tepat akan mempengaruhi kualitas hasil panen dan perkembangan tanaman secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami cara menentukan jarak tanam yang optimal sangat diperlukan.

Jarak Tanam Waluh

Ilustrasi Jarak tanam waluh yang benar. Foto: Pexels.com/Anna Keibalo

Dikutip dari m.andrafarm.com, jarak tanam waluh yang ideal adalah sekitar 60 cm x 60 cm. Penentuan jarak ini sangat penting karena memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dengan optimal.

Jarak yang terlalu rapat dapat menghambat sirkulasi udara yang diperlukan untuk pertumbuhan akar.

Jika tanaman ditanam terlalu dekat, akar akan kesulitan untuk berkembang dan menyerap air serta nutrisi yang dibutuhkan, yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan tanaman. Oleh karena itu, menjaga jarak antar bibit sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan menghasilkan panen yang maksimal.

Selain jarak tanam, kedalaman tanam juga merupakan faktor yang tak kalah penting dalam penanaman waluh. Bibit waluh sebaiknya ditanam dengan kedalaman sekitar 3 cm. Kedalaman ini memberikan cukup ruang bagi akar untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Jika bibit ditanam terlalu dangkal, tanaman bisa mudah terangkat oleh angin atau faktor lainnya. Sebaliknya, jika terlalu dalam, bibit akan kesulitan untuk tumbuh dan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Penanaman dengan kedalaman yang tepat juga akan membantu bibit berakar dengan baik sehingga dapat tumbuh subur.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pastikan bibit waluh yang digunakan berusia sekitar 20 hingga 25 hari dan memiliki 2 hingga 3 helai daun.

Informasi Penting Disajikan Secara Kronologis

Bibit yang lebih muda atau lebih tua mungkin tidak dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi tanah dan iklim sekitar.

Bibit yang ideal memiliki kekuatan untuk berakar dengan cepat dan memulai pertumbuhannya dengan baik.

Pemilihan bibit yang tepat menjadi salah satu faktor utama dalam memastikan tanaman waluh dapat tumbuh dengan maksimal.

Selain itu, faktor suhu tanah juga perlu diperhatikan. Tanam bibit waluh setelah suhu tanah mencapai sekitar 70 derajat Fahrenheit atau 21 derajat Celsius.

Suhu yang terlalu dingin dapat menghambat proses pertumbuhan bibit.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa tanah sudah cukup hangat sebelum bibit ditanam, sehingga bibit dapat berakar dengan kuat dan berkembang dengan baik.

Lahan tempat menanam waluh juga harus mendapatkan sinar matahari langsung.

Tanaman waluh membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis yang sangat penting bagi pertumbuhannya.

Pastikan bahwa tempat penanaman tidak terhalang oleh benda atau tanaman lain yang dapat mengurangi jumlah cahaya yang diterima oleh tanaman waluh.

Selain itu, pastikan juga tanah memiliki drainase yang baik untuk mencegah terjadinya genangan air.

Penyiraman yang berlebihan bisa menyebabkan akar tanaman waluh membusuk, sementara kekurangan air juga dapat menghambat pertumbuhannya.

Dengan memberikan perawatan yang tepat, waluh dapat dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan, tergantung pada varietas yang ditanam.

Untuk waluh varietas lokal, waktu panen biasanya lebih lama, sementara waluh jenis genjah dapat dipanen dalam waktu 40 hingga 60 hari setelah tanam.

Melalui jarak tanam waluh yang sesuai, serta perhatian terhadap faktor-faktor lain seperti suhu tanah, bibit, dan pencahayaan, hasil yang diperoleh akan lebih maksimal. (Shofia)

Sumber:

Wednesday, July 30, 2025

Petani Aceh Tamiang Pecahkan Rekor Panen Kacang Panjang




Hanya bermodal benih 250 gram, Sulaiman (42), petani di Desa Balai, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang mampu menghasilkan panen kacang panjang sebanyak 4 ton.

Bahkan petugas penyuluh pertanian dari produk promotor PT ‘Panah Merah’ Lhokseumawe menyatakan tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata ssp) milik Sulaiman dapat dijadikan barometer untuk petani-petani lain karena hasil penen jauh melampaui target.

Hal itu dikatakan Edi Susilo (32) adik kandung Sulaiman, mengutip pernyataan seorang penyuluh pertanian asal Lhokseumawe atas nama Hasan, Senin (29/5/2023).

Menurut Edi, penyuluh pertanian swasta tersebut datang ke kebunnya pada Kamis (25/5/2023) dalam rangka melakukan sosialisasi benih kepada para petani.

Selain penyuluh, lanjut Edi, petugas Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Aceh Tamiang juga pernah mengunjungi ladang kacang panjang Sulaiman yang lokasinya tak jauh dari tanggul sungai jebol diterjang banjir. Kini tanggul tersebut sudah diperbaiki secara tanggap darurat, sehingga petani bisa menanam sayuran kembali.

“Dia (penyuluh itu) merasa heran, sebab dengan benih hanya 250 gram pada panen/kutip yang ke 17 sudah menghasilkan 3,1 ton. Itu belum pernah terjadi sepanjang sejarah kami tanam kacang panjang di lahan seluas 4 rante,” kata Edi Susilo.

“Menurut penyuluh dari PT Panah Merah itu, ini rekor baru, mungkin untuk seluruh Indonesia belum ada petani yang pernah panen kacang panjang melebihi target seperti ini,” ungkap Edi.

Sementara Sulaiman sendiri mengaku tidak menyangka kalau panen kacang panjang kali ini hasilnya sangat melimpah. Padahal dia hanya menabur benih 250 gram atau setengah kaleng di lahan seluas 4 rante sama dengan 1.600 meter persegi (20x20 meter/rante).

“Normalnya kalau lahan 4 rante kebutuhan benih itu bisa dua kaleng atau 1.000 gram. Tapi tanam kali ini saya hanya habiskan 250 gram benih saja dan hasil panen sudah keluar 3 ton lebih,” paparnya.

Ayah empat orang anak ini menyebut total hasil panen kacang panjang hingga terakhir kutip nanti diperkirakan bisa mencapai 4 ton. Sampai hari ini dia masih terus memetik kacang panjang di kebun. “Hari ini sudah kutip yang ke 17 kali, biasanya bisa sampai hingga 30 kali kutip,” ujar Sulaiman.

Selain produksinya memuaskan, harga kacang panjang juga mahal. Seluruh hasil panen kacang panjang ditolak ke pasar dengan harga berkisar Rp4.500 per kilo. Biasanya harga jual kacang panjang hanya Rp2.000-3.000 per kilo, meski pun pernah tembus Rp8.000 per kilo beberapa tahun lalu.

Disinggung tanaman kacang panjang miliknya dijadikan parameter untuk petani lain ia merasa tidak jumawa. Sulaiman justru ingin berbagi tips rahasia tanam kacang panjang bisa menghasilkan panen melimpah.

Kalau kebanyakan petani menggunakan sistem lanjaran kacang panjang para-para atau tegak lurus (vertikal), Sulaiman justru menancapkan para-para miring hingga 60-70 derajat.

Sedangkan untuk tabur benih menggunakan pola tanam dalam satu lubang satu benih, tidak seperti sebelumnya satu lubang dua benih. Selain mengurangi pemborosan benih juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Jadi sistem para-para yang kami buat miring dan jarang-jarang (berjarak) sehingga hasil produksinya itu meningkat,” pungkasnya.

Sumber:

Tantangan Cuaca Ekstrem, Lahan Mitra Bertani Tetap Tangguh Dengan Asam Amino dan Mikoriza




Di tengah tantangan budidaya cabai di musim kemarau basah, lahan cabai Learning and Development Center (LDC) milik Mitra Bertani justru menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Tanaman cabai yang sudah memasuki petikan kelima ini membuktikan bahwa hasil tinggi tetap bisa dicapai, meski ditanam dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Bukan tanpa alasan, keberhasilan ini ditopang oleh pendekatan pembelajaran yang berfokus pada proses dan penggunaan agensi hayati, khususnya mikoriza dengan merek dagang Micobio. Data hasil panen memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan. Petikan pertama hanya menghasilkan 1,7 kg, namun di petikan kedua dan ketiga langsung melonjak ke 9 kg. Petikan keempat mencapai 21 kg, dan luar biasanya, pada petikan kelima hasilnya menembus lebih dari 50 kg. Produktivitas ini bukan semata-mata karena jumlah tanaman, melainkan karena kualitas pertumbuhan tanaman yang seimbang dari bawah ke atas, dengan buah yang lebat dan merata.

Menariknya, tanaman cabai ini memang tidak diarahkan untuk tumbuh terlalu tinggi. Fokusnya adalah pembentukan buah yang optimal sejak batang bagian bawah, dengan kerapatan dan daya dukung akar yang kuat. Salah satu faktor kunci yang membuat tanaman tetap produktif di musim kemarau basah adalah penggunaan mikoriza. Mikoriza merupakan jamur menguntungkan yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman. Dalam kondisi kekeringan, keberadaan mikoriza sangat krusial karena mampu memperluas jangkauan akar dalam menyerap air dan unsur hara. Secara kasat mata, tanaman cabai di lahan ini menunjukkan akar yang lebih lebat dan panjang. Ini menjadi indikator penting bahwa tanaman memiliki sistem perakaran yang sehat, sehingga mampu menopang pertumbuhan vegetatif dan generatif secara maksimal. Mikoriza bukan hanya membantu dari sisi penyerapan air, tapi juga menekan potensi serangan penyakit akar dan jamur patogen lainnya. Meski tetap ada serangan jamur ringan, skalanya sangat minim dan tidak mengganggu keberhasilan budidaya. Yang menarik, orientasi utama dari lahan LDC ini bukan untuk mengejar profit atau volume hasil semata. Lahan ini lebih ditujukan sebagai media pembelajaran bagi petani dan pelaku budidaya lainnya untuk memahami pentingnya proses budidaya yang berkelanjutan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan teknologi hayati yang tepat seperti mikoriza, serta manajemen budidaya yang baik, petani tetap bisa memperoleh hasil tinggi di tengah tantangan musim.

Menghadapi Kendala di Lahan Mitra Bertani

Budidaya cabai memang bukan pekerjaan mudah, terlebih jika dilakukan pada masa transisi musim atau dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini. Hal inilah yang dirasakan di lahan cabai Learning and Development Center (LDC) milik Mitra Bertani yang ditanami pada akhir Februari lalu. Banyak petani di berbagai wilayah mengeluhkan tingginya angka kematian tanaman pada periode ini. Meski demikian, lahan LDC berhasil meminimalkan kerugian dan menjaga keberlangsungan pertumbuhan tanaman meski tetap menemui sejumlah kendala teknis. Faktor utama penyebab gangguan pertumbuhan adalah anomali cuaca. Hujan yang tidak menentu, suhu ekstrem, dan pergeseran musim membuat tanaman mengalami stres berat. Di lahan LDC sendiri memang ada tanaman yang mati, namun jumlahnya masih bisa dikendalikan berkat penanganan cepat dan terencana. Salah satu gejala umum yang terlihat adalah stagnasi pertumbuhan, di mana tanaman seperti berhenti berkembang pada fase awal setelah pindah tanam.

Untuk mengatasi hal ini, perlakuan asam amino diterapkan sejak awal, bahkan sebelum tanam. Salah satu strategi utamanya adalah pencelupan akar bibit ke dalam larutan asam amino sebelum ditanam. Asam amino berfungsi mengurangi stres fisiologis tanaman, mempercepat adaptasi akar dengan lingkungan barunya, dan mendorong pertumbuhan awal yang lebih stabil.

Tak hanya itu, pada fase kritis peralihan dari vegetatif ke generatif, tanaman juga menunjukkan tanda-tanda stres berat. Gejala yang muncul di antaranya adalah daun keriting, bunga rontok, dan pertumbuhan stagnan. Fase ini memang dikenal sebagai masa paling rawan dalam budidaya cabai, di mana tanaman membutuhkan energi ekstra untuk membentuk bunga dan bakal buah. Di sinilah kembali peran penting asam amino sebagai booster alami untuk membantu metabolisme tanaman agar tetap seimbang. Di sisi lain, curah hujan yang tinggi juga membawa ancaman tersendiri, yakni serangan penyakit bercak daun. Penyakit ini disebabkan oleh jamur atau bakteri yang menyukai kelembaban tinggi. Jika tidak ditangani dengan cepat, bercak daun dapat mengganggu proses fotosintesis dan menurunkan produktivitas tanaman secara drastis. Untuk mengurangi dampak penyakit ini, pendekatan yang digunakan di lahan LDC tetap mengandalkan penguatan tanaman dari dalam, salah satunya melalui pemberian asam amino secara rutin. Asam amino membantu mempercepat proses penyembuhan jaringan tanaman yang rusak dan meningkatkan daya tahan alami terhadap penyakit.Asam amino yang digunakan di lahan LDC mitra Bertani ini yaitu merk dagang PREMINO.

Walau tantangan demi tantangan datang, pendekatan budidaya yang adaptif, berbasis pengalaman dan pengamatan langsung di lapangan, terbukti memberikan hasil yang lebih baik. Tanaman yang dirawat dengan metode ini tidak hanya bertahan dari serangan cuaca dan penyakit, tapi juga mampu berproduksi optimal seperti yang dibuktikan pada hasil panen petikan keempat dan kelima. Kendala di lahan LDC memberikan pembelajaran penting bagi Sobat Mitra Bertani semua, yang mana dalam situasi cuaca yang tak bisa dikendalikan, respon cepat dan tepat menjadi kunci. Bukan hanya mengandalkan pestisida atau pupuk kimia, tapi juga mulai mempercayai peran biostimulan alami seperti asam amino sebagai solusi berbasis kekuatan alami untuk pertanian yang dikombinasikan dengan penggunaan pupuk hayati yang menciptakan tanaman kuat dari dalam.

Sumber:

Tanpa Olah Lahan, Tetap Panen Melimpah: Rahasia Budidaya Kacang Panjang




Tidak semua keberhasilan budidaya harus dimulai dari lahan baru. Bagi sebagian petani, justru lahan bekas yang sudah pernah ditanami sebelumnya bisa menjadi peluang emas untuk tetap produktif asalkan dipahami dengan baik. Inilah yang dilakukan oleh Om Bagong, seorang petani hortikultura asal Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, yang berhasil membuktikan bahwa menanam di lahan bekas tetap bisa menghasilkan panen melimpah dengan pengeluaran yang efisien. Pengalaman beliau menjadi bukti bahwa lahan bekas bukanlah hambatan. Kuncinya ada pada pemahaman terhadap kondisi tanah yang dimiliki serta pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

“Lahan boleh bekas, tapi kebutuhan tanaman jangan bekas,” canda Om Bagong saat berbagi kisahnya.

Dengan perawatan yang tepat dan strategi pemupukan yang sesuai, hasil yang diperoleh tetap bisa maksimal. Alih-alih memilih menanam padi, Om Bagong kini lebih fokus pada tanaman hortikultura khususnya kacang panjang. Alasannya sangat praktis dan logis: padi membutuhkan waktu panen 3 hingga 4 bulan, sementara tanaman hortikultura seperti kacang panjang bisa mulai dipanen setiap hari sekali setelah masa panen tiba.

Dari sisi perputaran hasil dan kebutuhan pasar, hortikultura jelas lebih menjanjikan. Pengalaman Om Bagong ini membuka mata kita bahwa kunci sukses bertani bukan hanya soal jenis lahan, tetapi bagaimana cara mengelolanya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang kiat-kiat sukses budidaya kacang panjang, mulai dari persiapan lahan hingga strategi panen berkelanjutan.

Budidaya Kacang Panjang: Praktis dan Menguntungkan

Salah satu kunci keberhasilan budidaya kacang panjang di lahan bekas ala Om Bagong adalah pemilihan varietas yang tepat. Varietas Barada TV menjadi andalan karena dikenal memiliki produktivitas tinggi, pertumbuhan cepat, dan adaptif terhadap berbagai kondisi lahan. Kacang panjang Barada TV ini merupakan produk dari Aura Seed yang mana umur panen mulai dari 48-50 hst, warna polong hijau, panjang polong 70-80cm, warna biji coklat dengan ujung putih dan mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah. Dengan budidaya kacang panjang ini Om Bagong bisa panen setiap hari. Om Bagong mampu menghasilkan sekitar 50 kg kacang panjang untuk setiap kali panen, jumlah yang cukup menjanjikan untuk lahan bekas.

Menariknya lagi, tanpa tambahan pupuk kimia atau organik setelah tanam, lahan bekas tetap bisa mendukung pertumbuhan kacang panjang dengan baik. Hal ini karena sisa nutrisi di lahan sebelumnya masih cukup tersedia, terutama jika pengelolaan sebelumnya dilakukan dengan baik. Ini membuktikan bahwa pemahaman terhadap kesuburan tanah sangat krusial. Om Bagong tidak serta-merta menambahkan input baru, tapi lebih mengandalkan efisiensi dan pemanfaatan kondisi lahan yang ada.

Struktur bedengan juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan. Lebar bedengan dibuat 100 cm dengan tinggi 30 cm, dan parit antar bedengan selebar 60 cm untuk sirkulasi air dan drainase yang baik. Jarak tanam 50 x 50 cm, dengan dua tanaman per lubang tanam. Meski secara teori satu tanaman per lubang akan memberi hasil lebih maksimal, penanaman dua tanaman dijadikan strategi cadangan jika satu mati, masih ada satu tanaman lain yang tumbuh. Pendekatan ini mencerminkan prinsip efisien, hemat tenaga, dan adaptif terhadap kondisi yang ada di lapangan. Tidak perlu lahan baru atau biaya besar, cukup dengan pemahaman lahan, pemilihan varietas unggul, dan strategi tanam yang tepat, budidaya kacang panjang bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan.

Perawatan Awal Kunci Tanaman Kuat: Kocor Dua Kali, Hasil Luar Biasa

Salah satu rahasia keberhasilan budidaya kacang panjang di lahan bekas adalah perlakuan kocor yang tepat pada fase awal pertumbuhan. Om Bagong hanya melakukan kocor dua kali, yaitu pada usia 10 HSTdan 20 HST, namun dampaknya sangat signifikan terhadap vigor tanaman. Campuran kocoran dibuat dari tiga bahan utama dalam satu tangki air 20 liter: Asam humat merk dagang POWERSOIL (3 sendok makan): berfungsi memperbaiki struktur tanah dan mendukung perkembangan akar. Kandungan bahan organik di dalamnya membantu meningkatkan daya serap nutrisi oleh tanaman.

Asam amino merk dagang PREMINO (30 ml): berfungsi membantu memperkuat pertumbuhan vegetatif, meningkatkan daya tahan terhadap stres lingkungan, serta mempercepat pemulihan tanaman dari gangguan hama atau cuaca ekstrem.

Ultradap (2 sendok makan): pupuk yang mengandung fosfor dan nitrogen tinggi. Fosfor penting untuk perkembangan akar dan pembentukan bunga, sementara nitrogen mendukung pertumbuhan daun dan batang yang subur.

Dengan pemupukan kocor ini, Om Bagong mengaku tanamannya tumbuh lebih subur, batang lebih kokoh, daun hijau sehat, dan jarang terserang hama atau penyakit. Sebelum menggunakan formula ini, tanaman kacang panjang di musim tanaman sebelumnya sering mudah layu dan pertumbuhannya tidak seragam.

Kendala di Lapangan: Tikus dan Ulat, Ancaman Serius Tapi Bisa Diatasi

Meski budidaya kacang panjang di lahan bekas milik Om Bagong tergolong berhasil, bukan berarti semuanya berjalan tanpa tantangan. Beberapa kendala tetap harus dihadapi, terutama yang datang dari lingkungan sekitar lahan. Salah satu gangguan utama adalah serangan hama tikus. Ini terjadi karena lokasi lahan Om Bagong berbatasan langsung dengan sawah padi yang baru ditanam. Kondisi ini memicu perpindahan populasi tikus dari lahan padi yang belum rimbun ke tanaman kacang panjang yang sudah mulai tumbuh.

Selain itu, ulat juga sempat menjadi masalah serius, terutama karena keterlambatan dalam melakukan penyemprotan pestisida. Menghadapi kendala ini, Om Bagong mulai rutin melakukan patroli lahan, membuat jebakan tikus sederhana, dan menyemprot pestisida. Kisah ini menunjukkan bahwa budidaya yang sukses bukanlah yang tanpa kendala, tetapi yang mampu menghadapi masalah dengan solusi cerdas dan sigap di lapangan.

Sumber:




Tanam Kacang Panjang Pertiwi, Tiap Hari Panen Melimpah, Tiap Hari Dapat Uang


Kacang Panjang Pertiwi, Setiap Hari Panen Melimpah

Gajian tiap bulan mungkin sudah biasa untuk pekerja kantoran. Bagi petani, jadwal gajian adalah ketika panen tiba, bisa hitungan bulan, mingguan bahkan harian, tergantung jenis tanaman yang ditanam. Gajian tiap hari bagi petani sangatlah mungkin, terutama untuk petani hortikultura yang mempunyai siklus panen cepat. Seperti panen kacang panjang Pertiwi yang bisa dilakukan tiap hari.

Setiap varietas kacang panjang mempunyai karakteristik berbeda dengan keunggulan yang berbeda pula. Ada jenis kacang panjang tahan virus, berukuran panjang dan pendek. Termasuk ada yang berwarna polong hijau dan putih.

Dari berbagai merek yang beredar dipasaran, kacang panjang Pertiwi merupakan jenis kacang dari Benih Pertiwi yang perlu dicoba. Keunggulan kacang panjang Pertiwi yang utama adalah ketahanan terhadap virus kuning dan panen melimpah setiap hari. Hal ini sudah bisa dibuktikan diberbagai tempat endemis penyakit virus kuning, seperti di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dengan ketahanan kacang panjang Pertiwi terhadap virus kuning, petani bisa panen setiap hari tanpa perlu kwatir tanaman terserang virus kuning yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan pembentukan polong terhambat.

Dengan dipanen setiap hari, petani bisa mendapatkan uang setiap hari. Tepatnya sejak umur 44 hari setelah tanam, kacang panjang Pertiwi sudah bisa dipanen setiap hari hingga 20-an kali petik. Dengan panjang polong rata-rata 80-90 cm berwarna hijau dan padat, kacang panjang Pertiwi mempunyai potensi hasil tinggi dengan 0.7 – 1 kg per tanaman atau 35 – 37 ton per hektar.

Bagi petani kacang panjang, teliti sebelum membeli benih. Jangan salah memilih benih, pilih benih bermutu untuk meningkatkan produktivitas dan panen melimpah. Tanam kacang Panjang Pertiwi, tiap hari panen melimpah, tiap hari dapat uang.

Sumber:
https://benihpertiwi.co.id




Tuesday, July 29, 2025

Irigasi Tetes Dengan Botol Bekas, Inovasi Pertanian Dikala Musim Kemarau



Sobat Inspirasi, Pertanian di musim kemarau sangat membutuhkan biaya yang besar khususnya untuk kebutuhan air. Salah satunya adalah pengairan bagi lahan pertanian yang tidak mendapatkan pengairan irigasi "lahan tadah hujan".

Untuk itu diperlukan inovasi untuk mengatasi kekurangan air, salah satunya adalah pemanfaatan irigasi tetes. Irigasi tetes menurut para peneliti di negara-negara Timur Tengah sangat efektif dan dapat meningkatkan kemampuan produksi pertanian.

Jikalau di negara-negara Timur Tengah irigasi tetesnya menggunakan mesin otomatis yang disalurkan ke tanaman. Maka di Indonesia sebagai daerah hujan tropis sepertinya kurang efektif dikarenakan hanya dibutuhkan saat musim kemarau saja.

Untuk itu diperlukan inovasi yang murah meriah dan semua bisa membuatnya, salah satunya adalah dengan menggunakan botol kemasan.

Untuk membuatnya pertama kali botol dibersihkan dulu, kemudian tutup botol dilepas untuk dilubangi. Setelah itu dimasukkan cotton bud, setelah dipotong jadi dua.

Cara memasukkannya cotton bud yang masih ada kapasnya berada di dalam. Kemudian dilem dengan lem tembak sampai benar-benar tidak bocor.

Setelah selesai kemudian kita uji waktu tetesnya yakni dengan mengisi botol dengan air, setelah itu kita balik sehingga airnya keluar, dan bisa kita cek waktu tetesnya dengan jam.

Jika terlalu cepat waktu tetesnya bisa kita tambahkan kapas di slang cotton bud nya jika terlalu lambat bisa kita kurang kapasnya. Waktu tetes sekitar 5-10 detik sekali tetes.

Untuk memasang botolnya didekat tanaman dibutuhkan kayu atau bambu yang dibelah sesuai kebutuhan sebagai penyangga. Serta tali rafia untuk mengikat botol plastik pada bambu atau kayu.

Efektivitas penggunaan botol bekas, selain murah meriah juga bisa menghemat air dan waktu penyiraman. Satu botol plastik ukuran 600 ml, dengan waktu tetes sekitar 5-10 detik bisa bertahan sekitar 3 hari dan tanah sekitar tanaman masih kelihatan basah.

Sumber:

Monday, July 28, 2025

Budidaya Tanaman Kacang Panjang yang Benar, Bisa Panen Sampai 15 Kali



Kacang panjang merupakan sayuran hijau yang termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Sayuran ini dapat dikonsumsi secara langsung untuk lalapan atau dapat dimasak terlebih dahulu. Selain rasanya yang enak, kacang panjang juga memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat seperti, protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin. Kandungan protein nabati pada kacang panjang cukup besar, sekitar 17 hingga 21 persen.

Terdapat dua varietas kacang panjang yang sering dibudidayakan oleh petani yaitu kacang panjang putih dan hijau. Budidaya tanaman kacang panjang terbilang cukup mudah, bahkan dapat dilakukan oleh pemula.

Kacang panjang cocok dibudidayakan hampir di semua tempat, baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun kacang panjang akan tumbuh dengan optimal pada ketinggian 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan suhu 24 sampai 35 derajat Celcius.

Lihat Foto Sayuran kacang panjang(Pixabay/K_Kristie)

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (14/11/2022), berikut tata cara budidaya tanaman kacang panjang yang baik agar hasil panennya melimpah.

Persiapan Lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam kacang panjang harus disiapkan terlebih dahulu.

Berikut ini langkah-langkah persiapan lahan: 
  • Bersihkan lahan dari benda yang mengganggu seperti ranting pohon, batu dan rumput liar.
  • Gemburkan tanah menggunakan cangkul maupun traktor.
  • Setelah lahan gembur, buatlah bedengan dengan lebar 100 sampai 120 cm, tinggi 30 hingga 50 cm dan panjang mengikuti kontur lahan.
  • Buat jarak antar bedengan untuk saluran drainase sekitar 40 sampai 50 cm.
  • Berikan pupuk kandang pada bedengan sebagai pupuk dasar sebanyak 15 hingga 20 ton/ha.
  • Pemilihan benih Benih yang bagus akan membuat pertumbuhan dan hasil kacang panjang yang maksimal.
  • Gunakanlah varietas benih unggul yang bersertifikat dan terjamin kualitasnya. Varietas kacang panjang unggul seperti varietas katrina, parade, maraton, dan persada.
Penanaman

Setelah persiapan lahan dan pemilihan bibit selesai, langkah budidaya tanaman kacang panjang selanjutnya adalah penanaman.

Simak cara menanam kacang panjang di bawah ini:
  • Buatlah lubang tanam pada bedengan menggunakan tugal atau kayu sedalam 3 sampai 5 cm.
  • Berikan jarak tanam antar lubang 70 x 30 cm. Masukan benih kacang panjang 2 hingga 4 benih di setiap lubang.
  • Tutup lubang tanam menggunakan tanah.
  • Lakukan pemeliharaan secara rutin.
Lihat Foto kacang panjang(Pixabay/Nandalal_Sarkar)

Perawatan Tanaman

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang akan baik, jika dipelihara secara rutin. Pemeliharaan pada tanaman kacang panjang meliputi; penyiraman, pemupukan, penyiangan, perambatan, dan pengendalian hama maupun penyakit tanaman.

Pemanenan

Tanaman kacang panjang merupakan sayuran yang berumur pendek. Kacang panjang dapat mulai dipanen pada umur 40 sampai 50 hari. Pemanenan kacang panjang juga dapat dilakukan berkali-kali, bisa sampai 10 hingga 15 kali panen, tergantung dari pemeliharaan yang dilakukan.

Itulah cara menanam kacang panjang yang baik dan benar. Lakukan langkah-langkah di atas supaya kacang panjang yang dibudidayakan tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber:

Saturday, July 26, 2025

Resep Usaha Keripik Ubi Jalar dan Cara Mengurus Izin Edarnya



Di Indonesia, usaha aneka keripik menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Keripik merupakan camilan yang disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Produk keripik berbasis bahan baku lokal seperti ubi, singkong, dan pisang selalu diminati karena cita rasanya yang khas dan harganya yang terjangkau.

Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi kualitas keripik, yaitu:Bahan dasar: Kualitas bahan utama sangat menentukan hasil akhir keripik. Bahan dasar yang segar dan berkualitas tinggi akan menghasilkan keripik yang baik pula.

Bahan pembantu: Minyak goreng memainkan peran penting dalam pembuatan keripik. Minyak yang jernih dan tidak tengik akan memberikan hasil gorengan yang renyah dan tidak berbau. Minyak juga berfungsi sebagai media penghantar panas, meningkatkan rasa gurih, serta menambah nilai gizi dan kalori pada keripik.

Suhu penggorengan: Pengaturan suhu penggorengan sangat penting. Suhu yang terlalu panas dapat membuat keripik cepat gosong, sedangkan suhu yang terlalu rendah akan membuatnya tidak renyah. Oleh karena itu, suhu harus diatur dengan baik agar hasilnya optimal.

Kali ini, Magfood akan berbagi Resep Keripik Ubi Jalar yang akan dipraktikan pada Pelatihan Produksi Aneka Snack Magfood 8 Oktober 2024. Ini dia resepnya.

Bahan-Bahan yang Diperlukan

Untuk membuat keripik ubi jalar, Anda akan membutuhkan bahan-bahan berikut:

Ubi Jalar
Pilih ubi jalar yang segar, tidak berulat atau burik, dan tidak busuk.

Minyak Sawit
Minyak nabati digunakan sebagai media untuk menggoreng bahan yang berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih, menambah nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan.

Pilih minyak yang baik dengan memperhatikan kejernihannya, cium dan pastikan tidak ada aroma tengik.

Garam/soda kue/kapur sirih
Digunakan untuk merendam ubi jalar agar lebih renyah.

Bumbu Tabur Magfood
Bumbu tabur Magfood dapat meningkatkan cita rasa keripik. Dengan keunggulan bumbu tabur lebih mudah menempel ke snack, sehingga hemat pemakaian, tidak mudah menggumpal, tanpa bahan pengawet dan sudah bersertifikat lengkap Halal, BPOM, CPPOB, dan HACCP.

Alat yang Diperlukan

Beberapa alat yang akan membantu dalam proses pembuatan keripik ubi jalar antara lain:
  • Pisau stainless steel
  • Trimmer
  • Sendok
  • Baskom
  • Pengiris keripik
  • Kompor
  • Wadah untuk penggorengan
Langkah-Langkah Pembuatan Keripik Ubi Jalar

Pencucian dan Pengupasan
Langkah pertama adalah mencuci ubi jalar untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, kupas kulitnya hingga bersih.

Pengirisan
Selanjutnya, iris ubi jalar dengan ukuran yang seragam. Ketebalan ideal untuk keripik adalah antara 1,5 mm hingga 2,0 mm. Pengirisan yang seragam akan memastikan pemanasan yang merata saat penggorengan. Jika terlalu tebal, keripik sulit menjadi renyah; jika terlalu tipis, keripik dapat mudah gosong dan menyerap banyak minyak.

Perendaman
Rendam irisan ubi jalar dalam larutan baking soda selama 15 menit. Ini akan membantu mengurangi kadar air dan meningkatkan kerenyahan keripik. Setelah perendaman, cuci irisan hingga bersih untuk menghilangkan sisa baking soda.

Penirisan
Tiriskan irisan ubi jalar hingga tidak ada air yang tersisa. Penghilangan air berlebih sebelum penggorengan sangat penting agar keripik tidak menyerap terlalu banyak minyak.

Penggorengan
Proses penggorengan dilakukan dalam dua tahap:

Penggorengan Pertama: Panaskan minyak pada suhu hangat selama 5 menit. Ini bertujuan untuk mengawali proses penggorengan.

Penggorengan Kedua: Naikkan suhu minyak hingga panas dan goreng hingga keripik kering. Penggorengan ini sebaiknya dilakukan pada suhu berkisar 130-140˚C dengan api sedang agar tidak cepat gosong.

Penirisan
Setelah keripik matang, tiriskan minyak yang berlebih. Salah satu cara untuk memastikan keripik bebas dari minyak berlebih adalah dengan menggunakan spinner. Mesin ini terbuat dari bahan stainless steel food grade dan berfungsi untuk meniriskan minyak dengan cara berputar. Gaya sentrifugal akan membantu menghilangkan sisa-sisa minyak, sehingga keripik tetap kering dan renyah.

Penambahan Bumbu
Anda dapat menambahkan bumbu tabur Magfood untuk meningkatkan cita rasa keripik. Penambahan bumbu berkisar antara 6-8% untuk rasa asin atau 10-30% untuk rasa manis. Ini akan meningkatkan penerimaan konsumen terhadap produk.

Pengemasan dan Pelabelan
Pengemasan adalah tahap akhir yang penting untuk menjaga kualitas keripik. Gunakan kemasan yang baik untuk memperpanjang umur simpan. Jenis kemasan yang umum digunakan meliputi:
  • PP (Polypropylene)
  • Metalized + PP
  • PE (Polyethylene)
Bubuhkan label sesuai acuan BPOM. Poin-poinnya bisa Anda simak pada Pelatihan Produksi Aneka Snack Magfood.

Mengenal Registrasi Pangan Olahan Berdasarkan Tingkat Risiko

Dalam proses registrasi produk pangan, setiap jenis produk dikategorikan berdasarkan tingkat risikonya. Untuk keripik kaca yang termasuk makanan ringan kering, tingkat risikonya relatif rendah karena tidak mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang berisiko tinggi.

Berikut adalah beberapa tingkat risiko yang harus diketahui:

Tingkat Risiko Tinggi: Misalnya untuk produk seperti formula bayi atau pangan tambahan untuk olahragawan.

Tingkat Risiko Sedang: Untuk produk yang mencantumkan klaim tertentu seperti tinggi serat atau produk organik.

Tingkat Risiko Rendah: Produk yang menggunakan BTP selain yang termasuk dalam daftar BTP dengan ADI (Acceptable Daily Intake).

Tingkat Risiko Sangat Rendah: Produk pangan yang tidak menggunakan BTP sama sekali, seperti keripik kaca ini.

Proses registrasi untuk produk dengan tingkat risiko rendah dan sangat rendah cenderung lebih mudah dan cepat dibandingkan produk dengan risiko sedang atau tinggi.

Syarat Mengajukan Izin SPP-IRT

Untuk memperoleh SPP-IRT, terdapat beberapa syarat yang harus Anda penuhi sebagai pelaku bisnis. Berikut ini syarat pengajuan izin SPP-IRT yang harus dipenuhi.
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Nomor whataspp aktif
  • Email aktif
  • Data produk makanan atau minuman yang diproduksi.
  • Label yang akan dipakai pada produk.
Cara Mendaftar SPP-IRT

Setelah mengetahui dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan SPP-IRT, selanjutnya adalah mulai mengajukan pendaftaran SPP-IRT. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika mendaftarkan SPP-IRT.

Persiapkan Data dan Dokumen yang Dibutuhkan
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan semua informasi dan dokumen yang diperlukan. Pastikan Anda telah memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan SPP-IRT.

Membuat Permohonan SPP-IRT
Untuk membuat permohonan SPP-IRT Anda perlu memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) terlebih dahulu. Jika Anda belum memiliki NIB, Anda dapat mendaftar secara online. Setelah memiliki NIB Anda bisa mengakses PBUMKU KBLI pilihan pada Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Melakukan Pengisian Data
Permohonan dilakukan pada sppirt.pom.go.id untuk membuat permohonan. Isilah semua informasi yang diminta, dan unggah dokumen yang diperlukan. Salah satunya adalah surat pernyataan komitmen yang menjadi syarat untuk mendapatkan SPP-IRT. Sistem akan memvalidasi pendaftaran Anda secara otomatis, dan Nomor P-IRT akan diterbitkan dalam satu hari kerja. Pemenuhan komitmen dilaksanakan dalam jangka Waktu 3 bulan.

Ikuti Penyuluhan Keamanan Pangan
Meskipun Anda sudah mendapatkan Nomor P-IRT, Anda masih perlu mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai persyaratan tambahan. Dalam penyuluhan ini, Anda akan memperoleh pengetahuan tentang tata cara pengolahan pangan yang baik. Setelah mengikuti PKP, Anda akan menerima sertifikat yang menyatakan bahwa Anda telah mengikuti penyuluhan ini.

Mempersiapkan Tempat Usaha untuk Dilakukan Survei
Setelah menyelesaikan PKP, tim dari Dinas Kesehatan akan melakukan survei di tempat usaha Anda. Sebelum survei dilakukan, pastikan tempat usaha Anda telah memenuhi persyaratan yang telah diajarkan selama penyuluhan.

Menunggu Sertifikat Terbit
Jika tempat usaha Anda memenuhi kriteria, Anda hanya perlu menunggu SPP-IRT diterbitkan. Namun, jika masih ada kekurangan, Anda akan diminta untuk melakukan perbaikan terlebih dahulu. Setelah itu, akan ada survei ulang. SPP-IRT memiliki masa berlaku selama lima tahun, dan perpanjangannya perlu diajukan maksimal enam bulan sebelum masa berlakunya berakhir.

Magfood: Solusi Food Seasoning untuk Usaha Anda

Magfood merupakan produsen bumbu tabur, bumbu masak, dan premix yang tersertifikasi CPPOB, sudah mengantongi izin edar BPOM, Halal, dan sertifikat HACCP. Melalui divisi research & development (R&D) yang mampu memformulasikan dan mengembangkan resep-resep dengan rasa dan tren terbaru serta berkualitas tinggi, Magfood mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

Magfood food seasoning bisa diformulasi khusus (custom) untuk mendapatkan produk dengan rasa dan harga yang disesuaikan dengan usaha Anda, sehingga makanan dan minuman yang Anda pasarkan punya “keunikan rasa” tersendiri yang berbeda dengan kompetitor, memiliki daya saing (competitive advantage) dan bisa disesuaikan dengan strategi positioning yang ditetapkan.

Coaching Clinic Magfood: Pendampingan Usaha Makanan dari Praktisi Berpengalaman

Magfood menyediakan jasa coaching clinic untuk meningkatkan bisnis dan produk makanan. Ini dia syarat dan ketentuannya.1 sesi Coaching Clinic terdiri dari 1 sesi konsultasi dengan ahli dari Magfood (bisa dihadiri sendiri atau bersama tim, online maupun offline).

1 sesi coaching Clinic dilaksanakan maksimal 90 menit
Coaching Clinic membahas 1 topik yang disepakati
Coaching Clinic bisa dimulai 3 hari setelah konfirmasi pembayaran
Minimal 3 sesi Coaching clinic per usaha
Hubungi kami 0811 1397 161

Magfood Inovasi Pangan
Jl. Duren Tiga Raya No. 46, Pancoran, Jakarta Selatan – Indonesia 12760
Telp : +6221-791 93162 (ext 101)
+6221 791 95 134
Fax : +6221-791 95364