Hanya bermodal benih 250 gram, Sulaiman (42), petani di Desa Balai, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang mampu menghasilkan panen kacang panjang sebanyak 4 ton.
Bahkan petugas penyuluh pertanian dari produk promotor PT ‘Panah Merah’ Lhokseumawe menyatakan tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata ssp) milik Sulaiman dapat dijadikan barometer untuk petani-petani lain karena hasil penen jauh melampaui target.
Hal itu dikatakan Edi Susilo (32) adik kandung Sulaiman, mengutip pernyataan seorang penyuluh pertanian asal Lhokseumawe atas nama Hasan, Senin (29/5/2023).
Menurut Edi, penyuluh pertanian swasta tersebut datang ke kebunnya pada Kamis (25/5/2023) dalam rangka melakukan sosialisasi benih kepada para petani.
Selain penyuluh, lanjut Edi, petugas Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Aceh Tamiang juga pernah mengunjungi ladang kacang panjang Sulaiman yang lokasinya tak jauh dari tanggul sungai jebol diterjang banjir. Kini tanggul tersebut sudah diperbaiki secara tanggap darurat, sehingga petani bisa menanam sayuran kembali.
“Dia (penyuluh itu) merasa heran, sebab dengan benih hanya 250 gram pada panen/kutip yang ke 17 sudah menghasilkan 3,1 ton. Itu belum pernah terjadi sepanjang sejarah kami tanam kacang panjang di lahan seluas 4 rante,” kata Edi Susilo.
“Menurut penyuluh dari PT Panah Merah itu, ini rekor baru, mungkin untuk seluruh Indonesia belum ada petani yang pernah panen kacang panjang melebihi target seperti ini,” ungkap Edi.
Sementara Sulaiman sendiri mengaku tidak menyangka kalau panen kacang panjang kali ini hasilnya sangat melimpah. Padahal dia hanya menabur benih 250 gram atau setengah kaleng di lahan seluas 4 rante sama dengan 1.600 meter persegi (20x20 meter/rante).
“Normalnya kalau lahan 4 rante kebutuhan benih itu bisa dua kaleng atau 1.000 gram. Tapi tanam kali ini saya hanya habiskan 250 gram benih saja dan hasil panen sudah keluar 3 ton lebih,” paparnya.
Ayah empat orang anak ini menyebut total hasil panen kacang panjang hingga terakhir kutip nanti diperkirakan bisa mencapai 4 ton. Sampai hari ini dia masih terus memetik kacang panjang di kebun. “Hari ini sudah kutip yang ke 17 kali, biasanya bisa sampai hingga 30 kali kutip,” ujar Sulaiman.
Selain produksinya memuaskan, harga kacang panjang juga mahal. Seluruh hasil panen kacang panjang ditolak ke pasar dengan harga berkisar Rp4.500 per kilo. Biasanya harga jual kacang panjang hanya Rp2.000-3.000 per kilo, meski pun pernah tembus Rp8.000 per kilo beberapa tahun lalu.
Disinggung tanaman kacang panjang miliknya dijadikan parameter untuk petani lain ia merasa tidak jumawa. Sulaiman justru ingin berbagi tips rahasia tanam kacang panjang bisa menghasilkan panen melimpah.
Kalau kebanyakan petani menggunakan sistem lanjaran kacang panjang para-para atau tegak lurus (vertikal), Sulaiman justru menancapkan para-para miring hingga 60-70 derajat.
Sedangkan untuk tabur benih menggunakan pola tanam dalam satu lubang satu benih, tidak seperti sebelumnya satu lubang dua benih. Selain mengurangi pemborosan benih juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
“Jadi sistem para-para yang kami buat miring dan jarang-jarang (berjarak) sehingga hasil produksinya itu meningkat,” pungkasnya.
Sumber:

No comments:
Post a Comment