Upaya Menggapai Ketersediaan Pangan Bersama Nainawa Agro

Thursday, July 31, 2025

Jarak Tanam Waluh yang Tepat agar Tanaman Subur dan Produktif


Ilustrasi Jarak tanam waluh yang benar. Foto: Pexels.com/Anna Keibalo


Jarak tanam waluh menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman ini. Menentukan jarak tanam yang tepat akan mempengaruhi kualitas hasil panen dan perkembangan tanaman secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami cara menentukan jarak tanam yang optimal sangat diperlukan.

Jarak Tanam Waluh

Ilustrasi Jarak tanam waluh yang benar. Foto: Pexels.com/Anna Keibalo

Dikutip dari m.andrafarm.com, jarak tanam waluh yang ideal adalah sekitar 60 cm x 60 cm. Penentuan jarak ini sangat penting karena memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dengan optimal.

Jarak yang terlalu rapat dapat menghambat sirkulasi udara yang diperlukan untuk pertumbuhan akar.

Jika tanaman ditanam terlalu dekat, akar akan kesulitan untuk berkembang dan menyerap air serta nutrisi yang dibutuhkan, yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan tanaman. Oleh karena itu, menjaga jarak antar bibit sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan menghasilkan panen yang maksimal.

Selain jarak tanam, kedalaman tanam juga merupakan faktor yang tak kalah penting dalam penanaman waluh. Bibit waluh sebaiknya ditanam dengan kedalaman sekitar 3 cm. Kedalaman ini memberikan cukup ruang bagi akar untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Jika bibit ditanam terlalu dangkal, tanaman bisa mudah terangkat oleh angin atau faktor lainnya. Sebaliknya, jika terlalu dalam, bibit akan kesulitan untuk tumbuh dan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Penanaman dengan kedalaman yang tepat juga akan membantu bibit berakar dengan baik sehingga dapat tumbuh subur.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pastikan bibit waluh yang digunakan berusia sekitar 20 hingga 25 hari dan memiliki 2 hingga 3 helai daun.

Informasi Penting Disajikan Secara Kronologis

Bibit yang lebih muda atau lebih tua mungkin tidak dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi tanah dan iklim sekitar.

Bibit yang ideal memiliki kekuatan untuk berakar dengan cepat dan memulai pertumbuhannya dengan baik.

Pemilihan bibit yang tepat menjadi salah satu faktor utama dalam memastikan tanaman waluh dapat tumbuh dengan maksimal.

Selain itu, faktor suhu tanah juga perlu diperhatikan. Tanam bibit waluh setelah suhu tanah mencapai sekitar 70 derajat Fahrenheit atau 21 derajat Celsius.

Suhu yang terlalu dingin dapat menghambat proses pertumbuhan bibit.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa tanah sudah cukup hangat sebelum bibit ditanam, sehingga bibit dapat berakar dengan kuat dan berkembang dengan baik.

Lahan tempat menanam waluh juga harus mendapatkan sinar matahari langsung.

Tanaman waluh membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis yang sangat penting bagi pertumbuhannya.

Pastikan bahwa tempat penanaman tidak terhalang oleh benda atau tanaman lain yang dapat mengurangi jumlah cahaya yang diterima oleh tanaman waluh.

Selain itu, pastikan juga tanah memiliki drainase yang baik untuk mencegah terjadinya genangan air.

Penyiraman yang berlebihan bisa menyebabkan akar tanaman waluh membusuk, sementara kekurangan air juga dapat menghambat pertumbuhannya.

Dengan memberikan perawatan yang tepat, waluh dapat dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan, tergantung pada varietas yang ditanam.

Untuk waluh varietas lokal, waktu panen biasanya lebih lama, sementara waluh jenis genjah dapat dipanen dalam waktu 40 hingga 60 hari setelah tanam.

Melalui jarak tanam waluh yang sesuai, serta perhatian terhadap faktor-faktor lain seperti suhu tanah, bibit, dan pencahayaan, hasil yang diperoleh akan lebih maksimal. (Shofia)

Sumber:

Wednesday, July 30, 2025

Petani Aceh Tamiang Pecahkan Rekor Panen Kacang Panjang




Hanya bermodal benih 250 gram, Sulaiman (42), petani di Desa Balai, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang mampu menghasilkan panen kacang panjang sebanyak 4 ton.

Bahkan petugas penyuluh pertanian dari produk promotor PT ‘Panah Merah’ Lhokseumawe menyatakan tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata ssp) milik Sulaiman dapat dijadikan barometer untuk petani-petani lain karena hasil penen jauh melampaui target.

Hal itu dikatakan Edi Susilo (32) adik kandung Sulaiman, mengutip pernyataan seorang penyuluh pertanian asal Lhokseumawe atas nama Hasan, Senin (29/5/2023).

Menurut Edi, penyuluh pertanian swasta tersebut datang ke kebunnya pada Kamis (25/5/2023) dalam rangka melakukan sosialisasi benih kepada para petani.

Selain penyuluh, lanjut Edi, petugas Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Aceh Tamiang juga pernah mengunjungi ladang kacang panjang Sulaiman yang lokasinya tak jauh dari tanggul sungai jebol diterjang banjir. Kini tanggul tersebut sudah diperbaiki secara tanggap darurat, sehingga petani bisa menanam sayuran kembali.

“Dia (penyuluh itu) merasa heran, sebab dengan benih hanya 250 gram pada panen/kutip yang ke 17 sudah menghasilkan 3,1 ton. Itu belum pernah terjadi sepanjang sejarah kami tanam kacang panjang di lahan seluas 4 rante,” kata Edi Susilo.

“Menurut penyuluh dari PT Panah Merah itu, ini rekor baru, mungkin untuk seluruh Indonesia belum ada petani yang pernah panen kacang panjang melebihi target seperti ini,” ungkap Edi.

Sementara Sulaiman sendiri mengaku tidak menyangka kalau panen kacang panjang kali ini hasilnya sangat melimpah. Padahal dia hanya menabur benih 250 gram atau setengah kaleng di lahan seluas 4 rante sama dengan 1.600 meter persegi (20x20 meter/rante).

“Normalnya kalau lahan 4 rante kebutuhan benih itu bisa dua kaleng atau 1.000 gram. Tapi tanam kali ini saya hanya habiskan 250 gram benih saja dan hasil panen sudah keluar 3 ton lebih,” paparnya.

Ayah empat orang anak ini menyebut total hasil panen kacang panjang hingga terakhir kutip nanti diperkirakan bisa mencapai 4 ton. Sampai hari ini dia masih terus memetik kacang panjang di kebun. “Hari ini sudah kutip yang ke 17 kali, biasanya bisa sampai hingga 30 kali kutip,” ujar Sulaiman.

Selain produksinya memuaskan, harga kacang panjang juga mahal. Seluruh hasil panen kacang panjang ditolak ke pasar dengan harga berkisar Rp4.500 per kilo. Biasanya harga jual kacang panjang hanya Rp2.000-3.000 per kilo, meski pun pernah tembus Rp8.000 per kilo beberapa tahun lalu.

Disinggung tanaman kacang panjang miliknya dijadikan parameter untuk petani lain ia merasa tidak jumawa. Sulaiman justru ingin berbagi tips rahasia tanam kacang panjang bisa menghasilkan panen melimpah.

Kalau kebanyakan petani menggunakan sistem lanjaran kacang panjang para-para atau tegak lurus (vertikal), Sulaiman justru menancapkan para-para miring hingga 60-70 derajat.

Sedangkan untuk tabur benih menggunakan pola tanam dalam satu lubang satu benih, tidak seperti sebelumnya satu lubang dua benih. Selain mengurangi pemborosan benih juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Jadi sistem para-para yang kami buat miring dan jarang-jarang (berjarak) sehingga hasil produksinya itu meningkat,” pungkasnya.

Sumber:

Tantangan Cuaca Ekstrem, Lahan Mitra Bertani Tetap Tangguh Dengan Asam Amino dan Mikoriza




Di tengah tantangan budidaya cabai di musim kemarau basah, lahan cabai Learning and Development Center (LDC) milik Mitra Bertani justru menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Tanaman cabai yang sudah memasuki petikan kelima ini membuktikan bahwa hasil tinggi tetap bisa dicapai, meski ditanam dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Bukan tanpa alasan, keberhasilan ini ditopang oleh pendekatan pembelajaran yang berfokus pada proses dan penggunaan agensi hayati, khususnya mikoriza dengan merek dagang Micobio. Data hasil panen memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan. Petikan pertama hanya menghasilkan 1,7 kg, namun di petikan kedua dan ketiga langsung melonjak ke 9 kg. Petikan keempat mencapai 21 kg, dan luar biasanya, pada petikan kelima hasilnya menembus lebih dari 50 kg. Produktivitas ini bukan semata-mata karena jumlah tanaman, melainkan karena kualitas pertumbuhan tanaman yang seimbang dari bawah ke atas, dengan buah yang lebat dan merata.

Menariknya, tanaman cabai ini memang tidak diarahkan untuk tumbuh terlalu tinggi. Fokusnya adalah pembentukan buah yang optimal sejak batang bagian bawah, dengan kerapatan dan daya dukung akar yang kuat. Salah satu faktor kunci yang membuat tanaman tetap produktif di musim kemarau basah adalah penggunaan mikoriza. Mikoriza merupakan jamur menguntungkan yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman. Dalam kondisi kekeringan, keberadaan mikoriza sangat krusial karena mampu memperluas jangkauan akar dalam menyerap air dan unsur hara. Secara kasat mata, tanaman cabai di lahan ini menunjukkan akar yang lebih lebat dan panjang. Ini menjadi indikator penting bahwa tanaman memiliki sistem perakaran yang sehat, sehingga mampu menopang pertumbuhan vegetatif dan generatif secara maksimal. Mikoriza bukan hanya membantu dari sisi penyerapan air, tapi juga menekan potensi serangan penyakit akar dan jamur patogen lainnya. Meski tetap ada serangan jamur ringan, skalanya sangat minim dan tidak mengganggu keberhasilan budidaya. Yang menarik, orientasi utama dari lahan LDC ini bukan untuk mengejar profit atau volume hasil semata. Lahan ini lebih ditujukan sebagai media pembelajaran bagi petani dan pelaku budidaya lainnya untuk memahami pentingnya proses budidaya yang berkelanjutan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan teknologi hayati yang tepat seperti mikoriza, serta manajemen budidaya yang baik, petani tetap bisa memperoleh hasil tinggi di tengah tantangan musim.

Menghadapi Kendala di Lahan Mitra Bertani

Budidaya cabai memang bukan pekerjaan mudah, terlebih jika dilakukan pada masa transisi musim atau dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini. Hal inilah yang dirasakan di lahan cabai Learning and Development Center (LDC) milik Mitra Bertani yang ditanami pada akhir Februari lalu. Banyak petani di berbagai wilayah mengeluhkan tingginya angka kematian tanaman pada periode ini. Meski demikian, lahan LDC berhasil meminimalkan kerugian dan menjaga keberlangsungan pertumbuhan tanaman meski tetap menemui sejumlah kendala teknis. Faktor utama penyebab gangguan pertumbuhan adalah anomali cuaca. Hujan yang tidak menentu, suhu ekstrem, dan pergeseran musim membuat tanaman mengalami stres berat. Di lahan LDC sendiri memang ada tanaman yang mati, namun jumlahnya masih bisa dikendalikan berkat penanganan cepat dan terencana. Salah satu gejala umum yang terlihat adalah stagnasi pertumbuhan, di mana tanaman seperti berhenti berkembang pada fase awal setelah pindah tanam.

Untuk mengatasi hal ini, perlakuan asam amino diterapkan sejak awal, bahkan sebelum tanam. Salah satu strategi utamanya adalah pencelupan akar bibit ke dalam larutan asam amino sebelum ditanam. Asam amino berfungsi mengurangi stres fisiologis tanaman, mempercepat adaptasi akar dengan lingkungan barunya, dan mendorong pertumbuhan awal yang lebih stabil.

Tak hanya itu, pada fase kritis peralihan dari vegetatif ke generatif, tanaman juga menunjukkan tanda-tanda stres berat. Gejala yang muncul di antaranya adalah daun keriting, bunga rontok, dan pertumbuhan stagnan. Fase ini memang dikenal sebagai masa paling rawan dalam budidaya cabai, di mana tanaman membutuhkan energi ekstra untuk membentuk bunga dan bakal buah. Di sinilah kembali peran penting asam amino sebagai booster alami untuk membantu metabolisme tanaman agar tetap seimbang. Di sisi lain, curah hujan yang tinggi juga membawa ancaman tersendiri, yakni serangan penyakit bercak daun. Penyakit ini disebabkan oleh jamur atau bakteri yang menyukai kelembaban tinggi. Jika tidak ditangani dengan cepat, bercak daun dapat mengganggu proses fotosintesis dan menurunkan produktivitas tanaman secara drastis. Untuk mengurangi dampak penyakit ini, pendekatan yang digunakan di lahan LDC tetap mengandalkan penguatan tanaman dari dalam, salah satunya melalui pemberian asam amino secara rutin. Asam amino membantu mempercepat proses penyembuhan jaringan tanaman yang rusak dan meningkatkan daya tahan alami terhadap penyakit.Asam amino yang digunakan di lahan LDC mitra Bertani ini yaitu merk dagang PREMINO.

Walau tantangan demi tantangan datang, pendekatan budidaya yang adaptif, berbasis pengalaman dan pengamatan langsung di lapangan, terbukti memberikan hasil yang lebih baik. Tanaman yang dirawat dengan metode ini tidak hanya bertahan dari serangan cuaca dan penyakit, tapi juga mampu berproduksi optimal seperti yang dibuktikan pada hasil panen petikan keempat dan kelima. Kendala di lahan LDC memberikan pembelajaran penting bagi Sobat Mitra Bertani semua, yang mana dalam situasi cuaca yang tak bisa dikendalikan, respon cepat dan tepat menjadi kunci. Bukan hanya mengandalkan pestisida atau pupuk kimia, tapi juga mulai mempercayai peran biostimulan alami seperti asam amino sebagai solusi berbasis kekuatan alami untuk pertanian yang dikombinasikan dengan penggunaan pupuk hayati yang menciptakan tanaman kuat dari dalam.

Sumber:

Tanpa Olah Lahan, Tetap Panen Melimpah: Rahasia Budidaya Kacang Panjang




Tidak semua keberhasilan budidaya harus dimulai dari lahan baru. Bagi sebagian petani, justru lahan bekas yang sudah pernah ditanami sebelumnya bisa menjadi peluang emas untuk tetap produktif asalkan dipahami dengan baik. Inilah yang dilakukan oleh Om Bagong, seorang petani hortikultura asal Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, yang berhasil membuktikan bahwa menanam di lahan bekas tetap bisa menghasilkan panen melimpah dengan pengeluaran yang efisien. Pengalaman beliau menjadi bukti bahwa lahan bekas bukanlah hambatan. Kuncinya ada pada pemahaman terhadap kondisi tanah yang dimiliki serta pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

“Lahan boleh bekas, tapi kebutuhan tanaman jangan bekas,” canda Om Bagong saat berbagi kisahnya.

Dengan perawatan yang tepat dan strategi pemupukan yang sesuai, hasil yang diperoleh tetap bisa maksimal. Alih-alih memilih menanam padi, Om Bagong kini lebih fokus pada tanaman hortikultura khususnya kacang panjang. Alasannya sangat praktis dan logis: padi membutuhkan waktu panen 3 hingga 4 bulan, sementara tanaman hortikultura seperti kacang panjang bisa mulai dipanen setiap hari sekali setelah masa panen tiba.

Dari sisi perputaran hasil dan kebutuhan pasar, hortikultura jelas lebih menjanjikan. Pengalaman Om Bagong ini membuka mata kita bahwa kunci sukses bertani bukan hanya soal jenis lahan, tetapi bagaimana cara mengelolanya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang kiat-kiat sukses budidaya kacang panjang, mulai dari persiapan lahan hingga strategi panen berkelanjutan.

Budidaya Kacang Panjang: Praktis dan Menguntungkan

Salah satu kunci keberhasilan budidaya kacang panjang di lahan bekas ala Om Bagong adalah pemilihan varietas yang tepat. Varietas Barada TV menjadi andalan karena dikenal memiliki produktivitas tinggi, pertumbuhan cepat, dan adaptif terhadap berbagai kondisi lahan. Kacang panjang Barada TV ini merupakan produk dari Aura Seed yang mana umur panen mulai dari 48-50 hst, warna polong hijau, panjang polong 70-80cm, warna biji coklat dengan ujung putih dan mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah. Dengan budidaya kacang panjang ini Om Bagong bisa panen setiap hari. Om Bagong mampu menghasilkan sekitar 50 kg kacang panjang untuk setiap kali panen, jumlah yang cukup menjanjikan untuk lahan bekas.

Menariknya lagi, tanpa tambahan pupuk kimia atau organik setelah tanam, lahan bekas tetap bisa mendukung pertumbuhan kacang panjang dengan baik. Hal ini karena sisa nutrisi di lahan sebelumnya masih cukup tersedia, terutama jika pengelolaan sebelumnya dilakukan dengan baik. Ini membuktikan bahwa pemahaman terhadap kesuburan tanah sangat krusial. Om Bagong tidak serta-merta menambahkan input baru, tapi lebih mengandalkan efisiensi dan pemanfaatan kondisi lahan yang ada.

Struktur bedengan juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan. Lebar bedengan dibuat 100 cm dengan tinggi 30 cm, dan parit antar bedengan selebar 60 cm untuk sirkulasi air dan drainase yang baik. Jarak tanam 50 x 50 cm, dengan dua tanaman per lubang tanam. Meski secara teori satu tanaman per lubang akan memberi hasil lebih maksimal, penanaman dua tanaman dijadikan strategi cadangan jika satu mati, masih ada satu tanaman lain yang tumbuh. Pendekatan ini mencerminkan prinsip efisien, hemat tenaga, dan adaptif terhadap kondisi yang ada di lapangan. Tidak perlu lahan baru atau biaya besar, cukup dengan pemahaman lahan, pemilihan varietas unggul, dan strategi tanam yang tepat, budidaya kacang panjang bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan.

Perawatan Awal Kunci Tanaman Kuat: Kocor Dua Kali, Hasil Luar Biasa

Salah satu rahasia keberhasilan budidaya kacang panjang di lahan bekas adalah perlakuan kocor yang tepat pada fase awal pertumbuhan. Om Bagong hanya melakukan kocor dua kali, yaitu pada usia 10 HSTdan 20 HST, namun dampaknya sangat signifikan terhadap vigor tanaman. Campuran kocoran dibuat dari tiga bahan utama dalam satu tangki air 20 liter: Asam humat merk dagang POWERSOIL (3 sendok makan): berfungsi memperbaiki struktur tanah dan mendukung perkembangan akar. Kandungan bahan organik di dalamnya membantu meningkatkan daya serap nutrisi oleh tanaman.

Asam amino merk dagang PREMINO (30 ml): berfungsi membantu memperkuat pertumbuhan vegetatif, meningkatkan daya tahan terhadap stres lingkungan, serta mempercepat pemulihan tanaman dari gangguan hama atau cuaca ekstrem.

Ultradap (2 sendok makan): pupuk yang mengandung fosfor dan nitrogen tinggi. Fosfor penting untuk perkembangan akar dan pembentukan bunga, sementara nitrogen mendukung pertumbuhan daun dan batang yang subur.

Dengan pemupukan kocor ini, Om Bagong mengaku tanamannya tumbuh lebih subur, batang lebih kokoh, daun hijau sehat, dan jarang terserang hama atau penyakit. Sebelum menggunakan formula ini, tanaman kacang panjang di musim tanaman sebelumnya sering mudah layu dan pertumbuhannya tidak seragam.

Kendala di Lapangan: Tikus dan Ulat, Ancaman Serius Tapi Bisa Diatasi

Meski budidaya kacang panjang di lahan bekas milik Om Bagong tergolong berhasil, bukan berarti semuanya berjalan tanpa tantangan. Beberapa kendala tetap harus dihadapi, terutama yang datang dari lingkungan sekitar lahan. Salah satu gangguan utama adalah serangan hama tikus. Ini terjadi karena lokasi lahan Om Bagong berbatasan langsung dengan sawah padi yang baru ditanam. Kondisi ini memicu perpindahan populasi tikus dari lahan padi yang belum rimbun ke tanaman kacang panjang yang sudah mulai tumbuh.

Selain itu, ulat juga sempat menjadi masalah serius, terutama karena keterlambatan dalam melakukan penyemprotan pestisida. Menghadapi kendala ini, Om Bagong mulai rutin melakukan patroli lahan, membuat jebakan tikus sederhana, dan menyemprot pestisida. Kisah ini menunjukkan bahwa budidaya yang sukses bukanlah yang tanpa kendala, tetapi yang mampu menghadapi masalah dengan solusi cerdas dan sigap di lapangan.

Sumber:




Tanam Kacang Panjang Pertiwi, Tiap Hari Panen Melimpah, Tiap Hari Dapat Uang


Kacang Panjang Pertiwi, Setiap Hari Panen Melimpah

Gajian tiap bulan mungkin sudah biasa untuk pekerja kantoran. Bagi petani, jadwal gajian adalah ketika panen tiba, bisa hitungan bulan, mingguan bahkan harian, tergantung jenis tanaman yang ditanam. Gajian tiap hari bagi petani sangatlah mungkin, terutama untuk petani hortikultura yang mempunyai siklus panen cepat. Seperti panen kacang panjang Pertiwi yang bisa dilakukan tiap hari.

Setiap varietas kacang panjang mempunyai karakteristik berbeda dengan keunggulan yang berbeda pula. Ada jenis kacang panjang tahan virus, berukuran panjang dan pendek. Termasuk ada yang berwarna polong hijau dan putih.

Dari berbagai merek yang beredar dipasaran, kacang panjang Pertiwi merupakan jenis kacang dari Benih Pertiwi yang perlu dicoba. Keunggulan kacang panjang Pertiwi yang utama adalah ketahanan terhadap virus kuning dan panen melimpah setiap hari. Hal ini sudah bisa dibuktikan diberbagai tempat endemis penyakit virus kuning, seperti di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dengan ketahanan kacang panjang Pertiwi terhadap virus kuning, petani bisa panen setiap hari tanpa perlu kwatir tanaman terserang virus kuning yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan pembentukan polong terhambat.

Dengan dipanen setiap hari, petani bisa mendapatkan uang setiap hari. Tepatnya sejak umur 44 hari setelah tanam, kacang panjang Pertiwi sudah bisa dipanen setiap hari hingga 20-an kali petik. Dengan panjang polong rata-rata 80-90 cm berwarna hijau dan padat, kacang panjang Pertiwi mempunyai potensi hasil tinggi dengan 0.7 – 1 kg per tanaman atau 35 – 37 ton per hektar.

Bagi petani kacang panjang, teliti sebelum membeli benih. Jangan salah memilih benih, pilih benih bermutu untuk meningkatkan produktivitas dan panen melimpah. Tanam kacang Panjang Pertiwi, tiap hari panen melimpah, tiap hari dapat uang.

Sumber:
https://benihpertiwi.co.id




Tuesday, July 29, 2025

Irigasi Tetes Dengan Botol Bekas, Inovasi Pertanian Dikala Musim Kemarau



Sobat Inspirasi, Pertanian di musim kemarau sangat membutuhkan biaya yang besar khususnya untuk kebutuhan air. Salah satunya adalah pengairan bagi lahan pertanian yang tidak mendapatkan pengairan irigasi "lahan tadah hujan".

Untuk itu diperlukan inovasi untuk mengatasi kekurangan air, salah satunya adalah pemanfaatan irigasi tetes. Irigasi tetes menurut para peneliti di negara-negara Timur Tengah sangat efektif dan dapat meningkatkan kemampuan produksi pertanian.

Jikalau di negara-negara Timur Tengah irigasi tetesnya menggunakan mesin otomatis yang disalurkan ke tanaman. Maka di Indonesia sebagai daerah hujan tropis sepertinya kurang efektif dikarenakan hanya dibutuhkan saat musim kemarau saja.

Untuk itu diperlukan inovasi yang murah meriah dan semua bisa membuatnya, salah satunya adalah dengan menggunakan botol kemasan.

Untuk membuatnya pertama kali botol dibersihkan dulu, kemudian tutup botol dilepas untuk dilubangi. Setelah itu dimasukkan cotton bud, setelah dipotong jadi dua.

Cara memasukkannya cotton bud yang masih ada kapasnya berada di dalam. Kemudian dilem dengan lem tembak sampai benar-benar tidak bocor.

Setelah selesai kemudian kita uji waktu tetesnya yakni dengan mengisi botol dengan air, setelah itu kita balik sehingga airnya keluar, dan bisa kita cek waktu tetesnya dengan jam.

Jika terlalu cepat waktu tetesnya bisa kita tambahkan kapas di slang cotton bud nya jika terlalu lambat bisa kita kurang kapasnya. Waktu tetes sekitar 5-10 detik sekali tetes.

Untuk memasang botolnya didekat tanaman dibutuhkan kayu atau bambu yang dibelah sesuai kebutuhan sebagai penyangga. Serta tali rafia untuk mengikat botol plastik pada bambu atau kayu.

Efektivitas penggunaan botol bekas, selain murah meriah juga bisa menghemat air dan waktu penyiraman. Satu botol plastik ukuran 600 ml, dengan waktu tetes sekitar 5-10 detik bisa bertahan sekitar 3 hari dan tanah sekitar tanaman masih kelihatan basah.

Sumber:

Monday, July 28, 2025

Budidaya Tanaman Kacang Panjang yang Benar, Bisa Panen Sampai 15 Kali



Kacang panjang merupakan sayuran hijau yang termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Sayuran ini dapat dikonsumsi secara langsung untuk lalapan atau dapat dimasak terlebih dahulu. Selain rasanya yang enak, kacang panjang juga memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat seperti, protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin. Kandungan protein nabati pada kacang panjang cukup besar, sekitar 17 hingga 21 persen.

Terdapat dua varietas kacang panjang yang sering dibudidayakan oleh petani yaitu kacang panjang putih dan hijau. Budidaya tanaman kacang panjang terbilang cukup mudah, bahkan dapat dilakukan oleh pemula.

Kacang panjang cocok dibudidayakan hampir di semua tempat, baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun kacang panjang akan tumbuh dengan optimal pada ketinggian 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan suhu 24 sampai 35 derajat Celcius.

Lihat Foto Sayuran kacang panjang(Pixabay/K_Kristie)

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (14/11/2022), berikut tata cara budidaya tanaman kacang panjang yang baik agar hasil panennya melimpah.

Persiapan Lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam kacang panjang harus disiapkan terlebih dahulu.

Berikut ini langkah-langkah persiapan lahan: 
  • Bersihkan lahan dari benda yang mengganggu seperti ranting pohon, batu dan rumput liar.
  • Gemburkan tanah menggunakan cangkul maupun traktor.
  • Setelah lahan gembur, buatlah bedengan dengan lebar 100 sampai 120 cm, tinggi 30 hingga 50 cm dan panjang mengikuti kontur lahan.
  • Buat jarak antar bedengan untuk saluran drainase sekitar 40 sampai 50 cm.
  • Berikan pupuk kandang pada bedengan sebagai pupuk dasar sebanyak 15 hingga 20 ton/ha.
  • Pemilihan benih Benih yang bagus akan membuat pertumbuhan dan hasil kacang panjang yang maksimal.
  • Gunakanlah varietas benih unggul yang bersertifikat dan terjamin kualitasnya. Varietas kacang panjang unggul seperti varietas katrina, parade, maraton, dan persada.
Penanaman

Setelah persiapan lahan dan pemilihan bibit selesai, langkah budidaya tanaman kacang panjang selanjutnya adalah penanaman.

Simak cara menanam kacang panjang di bawah ini:
  • Buatlah lubang tanam pada bedengan menggunakan tugal atau kayu sedalam 3 sampai 5 cm.
  • Berikan jarak tanam antar lubang 70 x 30 cm. Masukan benih kacang panjang 2 hingga 4 benih di setiap lubang.
  • Tutup lubang tanam menggunakan tanah.
  • Lakukan pemeliharaan secara rutin.
Lihat Foto kacang panjang(Pixabay/Nandalal_Sarkar)

Perawatan Tanaman

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang akan baik, jika dipelihara secara rutin. Pemeliharaan pada tanaman kacang panjang meliputi; penyiraman, pemupukan, penyiangan, perambatan, dan pengendalian hama maupun penyakit tanaman.

Pemanenan

Tanaman kacang panjang merupakan sayuran yang berumur pendek. Kacang panjang dapat mulai dipanen pada umur 40 sampai 50 hari. Pemanenan kacang panjang juga dapat dilakukan berkali-kali, bisa sampai 10 hingga 15 kali panen, tergantung dari pemeliharaan yang dilakukan.

Itulah cara menanam kacang panjang yang baik dan benar. Lakukan langkah-langkah di atas supaya kacang panjang yang dibudidayakan tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber:

Saturday, July 26, 2025

Resep Usaha Keripik Ubi Jalar dan Cara Mengurus Izin Edarnya



Di Indonesia, usaha aneka keripik menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Keripik merupakan camilan yang disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Produk keripik berbasis bahan baku lokal seperti ubi, singkong, dan pisang selalu diminati karena cita rasanya yang khas dan harganya yang terjangkau.

Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi kualitas keripik, yaitu:Bahan dasar: Kualitas bahan utama sangat menentukan hasil akhir keripik. Bahan dasar yang segar dan berkualitas tinggi akan menghasilkan keripik yang baik pula.

Bahan pembantu: Minyak goreng memainkan peran penting dalam pembuatan keripik. Minyak yang jernih dan tidak tengik akan memberikan hasil gorengan yang renyah dan tidak berbau. Minyak juga berfungsi sebagai media penghantar panas, meningkatkan rasa gurih, serta menambah nilai gizi dan kalori pada keripik.

Suhu penggorengan: Pengaturan suhu penggorengan sangat penting. Suhu yang terlalu panas dapat membuat keripik cepat gosong, sedangkan suhu yang terlalu rendah akan membuatnya tidak renyah. Oleh karena itu, suhu harus diatur dengan baik agar hasilnya optimal.

Kali ini, Magfood akan berbagi Resep Keripik Ubi Jalar yang akan dipraktikan pada Pelatihan Produksi Aneka Snack Magfood 8 Oktober 2024. Ini dia resepnya.

Bahan-Bahan yang Diperlukan

Untuk membuat keripik ubi jalar, Anda akan membutuhkan bahan-bahan berikut:

Ubi Jalar
Pilih ubi jalar yang segar, tidak berulat atau burik, dan tidak busuk.

Minyak Sawit
Minyak nabati digunakan sebagai media untuk menggoreng bahan yang berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih, menambah nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan.

Pilih minyak yang baik dengan memperhatikan kejernihannya, cium dan pastikan tidak ada aroma tengik.

Garam/soda kue/kapur sirih
Digunakan untuk merendam ubi jalar agar lebih renyah.

Bumbu Tabur Magfood
Bumbu tabur Magfood dapat meningkatkan cita rasa keripik. Dengan keunggulan bumbu tabur lebih mudah menempel ke snack, sehingga hemat pemakaian, tidak mudah menggumpal, tanpa bahan pengawet dan sudah bersertifikat lengkap Halal, BPOM, CPPOB, dan HACCP.

Alat yang Diperlukan

Beberapa alat yang akan membantu dalam proses pembuatan keripik ubi jalar antara lain:
  • Pisau stainless steel
  • Trimmer
  • Sendok
  • Baskom
  • Pengiris keripik
  • Kompor
  • Wadah untuk penggorengan
Langkah-Langkah Pembuatan Keripik Ubi Jalar

Pencucian dan Pengupasan
Langkah pertama adalah mencuci ubi jalar untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, kupas kulitnya hingga bersih.

Pengirisan
Selanjutnya, iris ubi jalar dengan ukuran yang seragam. Ketebalan ideal untuk keripik adalah antara 1,5 mm hingga 2,0 mm. Pengirisan yang seragam akan memastikan pemanasan yang merata saat penggorengan. Jika terlalu tebal, keripik sulit menjadi renyah; jika terlalu tipis, keripik dapat mudah gosong dan menyerap banyak minyak.

Perendaman
Rendam irisan ubi jalar dalam larutan baking soda selama 15 menit. Ini akan membantu mengurangi kadar air dan meningkatkan kerenyahan keripik. Setelah perendaman, cuci irisan hingga bersih untuk menghilangkan sisa baking soda.

Penirisan
Tiriskan irisan ubi jalar hingga tidak ada air yang tersisa. Penghilangan air berlebih sebelum penggorengan sangat penting agar keripik tidak menyerap terlalu banyak minyak.

Penggorengan
Proses penggorengan dilakukan dalam dua tahap:

Penggorengan Pertama: Panaskan minyak pada suhu hangat selama 5 menit. Ini bertujuan untuk mengawali proses penggorengan.

Penggorengan Kedua: Naikkan suhu minyak hingga panas dan goreng hingga keripik kering. Penggorengan ini sebaiknya dilakukan pada suhu berkisar 130-140˚C dengan api sedang agar tidak cepat gosong.

Penirisan
Setelah keripik matang, tiriskan minyak yang berlebih. Salah satu cara untuk memastikan keripik bebas dari minyak berlebih adalah dengan menggunakan spinner. Mesin ini terbuat dari bahan stainless steel food grade dan berfungsi untuk meniriskan minyak dengan cara berputar. Gaya sentrifugal akan membantu menghilangkan sisa-sisa minyak, sehingga keripik tetap kering dan renyah.

Penambahan Bumbu
Anda dapat menambahkan bumbu tabur Magfood untuk meningkatkan cita rasa keripik. Penambahan bumbu berkisar antara 6-8% untuk rasa asin atau 10-30% untuk rasa manis. Ini akan meningkatkan penerimaan konsumen terhadap produk.

Pengemasan dan Pelabelan
Pengemasan adalah tahap akhir yang penting untuk menjaga kualitas keripik. Gunakan kemasan yang baik untuk memperpanjang umur simpan. Jenis kemasan yang umum digunakan meliputi:
  • PP (Polypropylene)
  • Metalized + PP
  • PE (Polyethylene)
Bubuhkan label sesuai acuan BPOM. Poin-poinnya bisa Anda simak pada Pelatihan Produksi Aneka Snack Magfood.

Mengenal Registrasi Pangan Olahan Berdasarkan Tingkat Risiko

Dalam proses registrasi produk pangan, setiap jenis produk dikategorikan berdasarkan tingkat risikonya. Untuk keripik kaca yang termasuk makanan ringan kering, tingkat risikonya relatif rendah karena tidak mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang berisiko tinggi.

Berikut adalah beberapa tingkat risiko yang harus diketahui:

Tingkat Risiko Tinggi: Misalnya untuk produk seperti formula bayi atau pangan tambahan untuk olahragawan.

Tingkat Risiko Sedang: Untuk produk yang mencantumkan klaim tertentu seperti tinggi serat atau produk organik.

Tingkat Risiko Rendah: Produk yang menggunakan BTP selain yang termasuk dalam daftar BTP dengan ADI (Acceptable Daily Intake).

Tingkat Risiko Sangat Rendah: Produk pangan yang tidak menggunakan BTP sama sekali, seperti keripik kaca ini.

Proses registrasi untuk produk dengan tingkat risiko rendah dan sangat rendah cenderung lebih mudah dan cepat dibandingkan produk dengan risiko sedang atau tinggi.

Syarat Mengajukan Izin SPP-IRT

Untuk memperoleh SPP-IRT, terdapat beberapa syarat yang harus Anda penuhi sebagai pelaku bisnis. Berikut ini syarat pengajuan izin SPP-IRT yang harus dipenuhi.
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Nomor whataspp aktif
  • Email aktif
  • Data produk makanan atau minuman yang diproduksi.
  • Label yang akan dipakai pada produk.
Cara Mendaftar SPP-IRT

Setelah mengetahui dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan SPP-IRT, selanjutnya adalah mulai mengajukan pendaftaran SPP-IRT. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika mendaftarkan SPP-IRT.

Persiapkan Data dan Dokumen yang Dibutuhkan
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan semua informasi dan dokumen yang diperlukan. Pastikan Anda telah memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan SPP-IRT.

Membuat Permohonan SPP-IRT
Untuk membuat permohonan SPP-IRT Anda perlu memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) terlebih dahulu. Jika Anda belum memiliki NIB, Anda dapat mendaftar secara online. Setelah memiliki NIB Anda bisa mengakses PBUMKU KBLI pilihan pada Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Melakukan Pengisian Data
Permohonan dilakukan pada sppirt.pom.go.id untuk membuat permohonan. Isilah semua informasi yang diminta, dan unggah dokumen yang diperlukan. Salah satunya adalah surat pernyataan komitmen yang menjadi syarat untuk mendapatkan SPP-IRT. Sistem akan memvalidasi pendaftaran Anda secara otomatis, dan Nomor P-IRT akan diterbitkan dalam satu hari kerja. Pemenuhan komitmen dilaksanakan dalam jangka Waktu 3 bulan.

Ikuti Penyuluhan Keamanan Pangan
Meskipun Anda sudah mendapatkan Nomor P-IRT, Anda masih perlu mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai persyaratan tambahan. Dalam penyuluhan ini, Anda akan memperoleh pengetahuan tentang tata cara pengolahan pangan yang baik. Setelah mengikuti PKP, Anda akan menerima sertifikat yang menyatakan bahwa Anda telah mengikuti penyuluhan ini.

Mempersiapkan Tempat Usaha untuk Dilakukan Survei
Setelah menyelesaikan PKP, tim dari Dinas Kesehatan akan melakukan survei di tempat usaha Anda. Sebelum survei dilakukan, pastikan tempat usaha Anda telah memenuhi persyaratan yang telah diajarkan selama penyuluhan.

Menunggu Sertifikat Terbit
Jika tempat usaha Anda memenuhi kriteria, Anda hanya perlu menunggu SPP-IRT diterbitkan. Namun, jika masih ada kekurangan, Anda akan diminta untuk melakukan perbaikan terlebih dahulu. Setelah itu, akan ada survei ulang. SPP-IRT memiliki masa berlaku selama lima tahun, dan perpanjangannya perlu diajukan maksimal enam bulan sebelum masa berlakunya berakhir.

Magfood: Solusi Food Seasoning untuk Usaha Anda

Magfood merupakan produsen bumbu tabur, bumbu masak, dan premix yang tersertifikasi CPPOB, sudah mengantongi izin edar BPOM, Halal, dan sertifikat HACCP. Melalui divisi research & development (R&D) yang mampu memformulasikan dan mengembangkan resep-resep dengan rasa dan tren terbaru serta berkualitas tinggi, Magfood mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

Magfood food seasoning bisa diformulasi khusus (custom) untuk mendapatkan produk dengan rasa dan harga yang disesuaikan dengan usaha Anda, sehingga makanan dan minuman yang Anda pasarkan punya “keunikan rasa” tersendiri yang berbeda dengan kompetitor, memiliki daya saing (competitive advantage) dan bisa disesuaikan dengan strategi positioning yang ditetapkan.

Coaching Clinic Magfood: Pendampingan Usaha Makanan dari Praktisi Berpengalaman

Magfood menyediakan jasa coaching clinic untuk meningkatkan bisnis dan produk makanan. Ini dia syarat dan ketentuannya.1 sesi Coaching Clinic terdiri dari 1 sesi konsultasi dengan ahli dari Magfood (bisa dihadiri sendiri atau bersama tim, online maupun offline).

1 sesi coaching Clinic dilaksanakan maksimal 90 menit
Coaching Clinic membahas 1 topik yang disepakati
Coaching Clinic bisa dimulai 3 hari setelah konfirmasi pembayaran
Minimal 3 sesi Coaching clinic per usaha
Hubungi kami 0811 1397 161

Magfood Inovasi Pangan
Jl. Duren Tiga Raya No. 46, Pancoran, Jakarta Selatan – Indonesia 12760
Telp : +6221-791 93162 (ext 101)
+6221 791 95 134
Fax : +6221-791 95364



Cara Menanam Ubi Jalar Agar Tidak Gagal Panen

Tanaman ubi jalar (Foto: RRI/Lisa Novitasari)

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan tanaman yang kaya akan karbohidrat dan sering dijadikan bahan pangan pokok atau camilan. Menanam ubi jalar dapat menjadi pilihan yang menguntungkan, namun dibutuhkan teknik budidaya yang tepat agar panen tidak gagal. Berikut adalah langkah-langkah dan tips cara menanam ubi jalar agar hasil panen melimpah dan berkualitas tinggi.

1. Pemilihan Lahan

Lahan yang ideal untuk menanam ubi jalar harus memiliki beberapa karakteristik:

Drainase Baik: Ubi jalar tidak suka tanah yang tergenang air. Oleh karena itu, lahan dengan drainase baik sangat penting. Genangan air bisa menyebabkan akar membusuk.

Pencahayaan Cukup: Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari. Pilihlah lahan terbuka yang tidak ternaungi oleh bangunan atau pohon besar.

Tanah Subur dan Gembur: Tanah berpasir atau tanah lempung yang gembur sangat cocok karena mampu menyediakan ruang bagi akar ubi jalar untuk berkembang dengan baik. Lakukan penggemburan tanah agar akar bisa tumbuh dengan optimal.

2. Pemilihan Bibit

Kualitas bibit sangat mempengaruhi hasil panen. Beberapa tips memilih bibit ubi jalar yang baik:

Gunakan Bibit dari Stek Batang: Ubi jalar biasanya ditanam menggunakan stek batang yang sehat. Pilih stek batang dari tanaman induk yang produktif, bebas penyakit, dan memiliki umur sekitar 2-3 bulan.

Pilih Varietas yang Sesuai: Ada berbagai varietas ubi jalar, seperti ubi jalar ungu, kuning, atau putih. Pilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan pasar yang ingin Anda targetkan.

3. Persiapan Tanah

Sebelum menanam, lakukan beberapa persiapan tanah agar tanaman bisa tumbuh dengan baik:

Pengolahan Tanah: Cangkul atau bajak tanah sedalam 20-30 cm untuk menggemburkannya. Pastikan tanah tidak terlalu padat sehingga akar bisa berkembang tanpa hambatan.

Pemupukan Awal: Berikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk memperkaya tanah. Pupuk ini akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan selama pertumbuhan awal tanaman.

Bedengan: Buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 20-30 cm dan lebar 70-100 cm. Bedengan ini penting untuk menjaga drainase air agar tanaman tidak tergenang air.

4. Penanaman Stek Ubi Jalar

Berikut langkah-langkah penanaman yang tepat:

Jarak Tanam: Pastikan jarak tanam antar stek sekitar 25-30 cm dalam barisan, dan jarak antar barisan sekitar 70-100 cm. Ini memberi ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berakar dengan baik.

Kedalaman Tanam: Tanam stek ubi jalar dengan kedalaman sekitar 5-10 cm. Pastikan bagian bawah stek tertanam dengan baik dan bagian atasnya terlihat di atas permukaan tanah.

5. Penyiraman dan Perawatan

Selama masa pertumbuhan, ubi jalar membutuhkan perawatan yang rutin, antara lain:

Penyiraman: Tanaman ubi jalar tidak memerlukan penyiraman berlebihan. Lakukan penyiraman secukupnya, terutama pada minggu-minggu awal penanaman untuk membantu akar beradaptasi dengan baik. Hindari penyiraman berlebih yang dapat menyebabkan pembusukan.

Penyiangan Gulma: Rutin membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan ubi jalar. Gulma bisa menjadi pesaing dalam hal nutrisi dan air.

Pemupukan Lanjutan: Setelah 4-6 minggu, berikan pupuk tambahan berupa pupuk NPK dengan kandungan fosfor tinggi untuk mendorong perkembangan umbi. Hindari penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan karena dapat membuat tanaman lebih fokus pada pertumbuhan daun, bukan umbi.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor utama penyebab gagal panen. Berikut beberapa hama dan penyakit yang perlu diwaspadai:

Hama Ulat Grayak: Hama ini menyerang daun tanaman ubi jalar, menyebabkan tanaman kekurangan energi. Lakukan pengendalian dengan insektisida alami atau kimia bila diperlukan.

Penyakit Layu Fusarium: Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang bisa merusak akar dan menyebabkan tanaman layu. Sebaiknya lakukan rotasi tanaman dan hindari penanaman ubi jalar di lahan yang sama setiap tahun.

Penyakit Busuk Akar: Genangan air bisa menyebabkan busuk akar. Oleh karena itu, penting memastikan lahan memiliki drainase yang baik sejak awal.

7. Pemanenan

Ubi jalar biasanya dapat dipanen sekitar 3-4 bulan setelah penanaman, tergantung varietasnya. Beberapa tanda ubi jalar siap dipanen:

Daun Mulai Menguning: Ketika daun bagian bawah mulai menguning, ini bisa menjadi salah satu indikasi ubi jalar sudah siap dipanen.

Periksa Umbi: Anda juga bisa mencoba memeriksa beberapa umbi dengan menggali tanah di sekitar tanaman. Jika umbi sudah besar dan cukup keras, ubi jalar siap untuk dipanen.

Lakukan dengan Hati-hati: Saat memanen, gali dengan hati-hati agar umbi tidak rusak atau tergores, karena hal ini bisa mengurangi umur simpan dan kualitas umbi.

8. Penyimpanan Setelah Panen

Setelah panen, ubi jalar harus disimpan dengan baik agar tidak cepat rusak. Simpan ubi di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menumpuk umbi terlalu banyak dalam satu tempat agar tidak mudah membusuk.

Menanam ubi jalar membutuhkan persiapan dan perawatan yang cermat agar terhindar dari kegagalan panen. Dengan memilih bibit yang berkualitas, menjaga kondisi lahan, melakukan penyiraman dan pemupukan yang tepat, serta mengendalikan hama dan penyakit, peluang mendapatkan hasil panen yang melimpah akan semakin besar. Pastikan juga untuk memanen ubi jalar pada waktu yang tepat untuk mendapatkan kualitas terbaik dari hasil tanaman.

Sumber:


Tata Cara Menanam Labu Kuning Agar Berbuah Lebat

Tata Cara Menanam Labu Kuning agar Berbuah Lebat. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Marius Ciocirlan

Labu kuning atau dikenal dengan waluh merupakan tumbuhan semak berkayu yang termasuk ke dalam keluarga Cucurbitaceae. Labu kuning memiliki nilai ekonomi yang lumayan sehingga tidak ada salahnya mempelajari tata cara menanam labu kuning agar berbuah lebat.

Budidaya tanaman ini termasuk mudah karena tanaman ini termasuk tahan terhadap cuaca dan tidak perlu membutuhkan perawatan yang ekstra. Hal terpenting yakni kebutuhan air dan unsur haranya terpenuhi dengan baik.

Tata Cara Menanam Labu Kuning agar Berbuah Lebat yang Wajib Diketahui Petani

Tata Cara Menanam Labu Kuning agar Berbuah Lebat. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Marius Ciocirlan

Dikutip dari Buku Pintar Tumbuhan karya Jumanta, (2019) labu kuning merupakan salah satu jenis olahan pangan yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi dan lengkap. Labu jenis ini mengandung senyawa yang dapat berfungsi sebagai bioaktif yaitu antioksidan, pencegah kanker, antidiabet dan lain sebagainya.

Salah satu kelebihan dari buah ini adalah tahan lama dan tidak perlu disimpan dengan perlakuan khusus asalkan belum dibelah atau belum ada lubang. Labu jenis ini bisa dijual di pasaran karena banyak peminatnya.

Jika berencana untuk menanam tanaman yang satu ini, berikut tata cara menanam labu kuning agar berbuah lebat dan bisa dijual ke pasaran.

1. Pemilihan Bibit

Pilihlah benih labu kuning berkualitas baik dari varietas yang sesuai dengan iklim di daerah yang akan digunakan untuk menanam labu. Beberapa varietas labu kuning yang populer di Indonesia adalah labu parang, labu tangkua atau butternut pumpkin.

2. Persiapan Media Tanam

Labu kuning membutuhkan tanah yang gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase yang baik. Campurkan tanah subur dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1 untuk menciptakan media tanam yang cocok.

3. Semai Benih

Semai benih labu kuning sedalam 2-3 cm di dalam media tanam. Siram tanah dengan air secukupnya dan jaga agar tetap lembap dan benih bisa tumbuh dengan baik.

4. Berikan Jalur Rambatan

Jika benih mulai tumbuh dan berkembang maka berikan jalur rambatan untuk tanaman labu. Hal tersebut karena tanaman labu merupakan tanaman merambat, sehingga membutuhkan lanjaran untuk menopang pertumbuhannya. Buatlah lanjaran dari bambu atau kayu setinggi minimal 2 meter.

5. Pemupukan

Berikan pupuk NPK secara berkala, setiap 2-3 minggu sekali, untuk membantu pertumbuhan tanaman. Selain itu jika ditanam pada cuaca panas lakukan penyiraman setiap hari dan jangan lupa untuk penyiangan gulma secara rutin untuk mencegah persaingan mendapatkan nutrisi dan air.

Demikian adalah pembahasan mengenai tata cara menanam labu kuning agar berbuah lebat. (WWN)

Sumber:

Tuesday, July 22, 2025

Cara Menanam Terong Ungu Bagi Pemula, Mudah Dipraktikkan



Siapa yang kenal dengan terong? Hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah familiar dengan makanan lonjong ini. Terong yang sering kita temui, yaitu terong ungu, sudah sering menjadi pendamping makanan lain dalam menu makan kita.

Terong ungu sendiri merupakan jenis tanaman yang buahnya memiliki warna ungu dengan bentuk bulat memanjang dan ukuran daun yang besar. Tanaman ini memiliki warna bunga mulai dari putih hingga ungu, dengan batang tanaman yang memiliki duri. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 40 cm hingga 150 cm.

Terong ungu diketahui memiliki kandungan vitamin K, mineral, kalsium, dan bioflavonoid. Kandungan-kandungan dalam terong ungu tersebut diketahui bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti mengatasi sembelit, mencegah diabetes, menjaga tulang, mencegah anemia, dan masih banyak lagi.

Beruntungnya, kita sebagai masyarakat Indonesia, karena tanaman yang bisa tumbuh subur di iklim tropis negeri ini, termasuk juga terong ungu. Iklim dan kondisi lingkungan Indonesia yang mendukung, membuat kita bisa menanam terong ungu ini dengan mudah.

Bagi yang tertarik untuk memiliki kebun terong ungu sendiri, berikut ini beberapa cara menanam terong ungu yang bisa dijadikan contoh :

PILIH BIBIT UNGGUL TERONG UNGU

Cara menanam terong ungu yang pertama adalah dengan memilih bibit yang unggul. Bibit unggul ini bisa Anda dapatkan dengan membeli di tempat yang menjual tanaman terdekat atau dari petani lokal.
  • Bibit terong yang dijual biasanya berupa benih atau biji. Ada beberapa cara dalam menentukan benih atau bibit terong ungu yang berkualitas. Cara tersebut antara lain adalah:Kondisi benih bersih dan mengkilat
  • Benih sudah melewati proses istirahat yang cukup
  • Kadar air yang terkandung dalam benih tergolong cukup
  • Ukuran, bentuk, dan warna benih seragam dan tidak berbeda-beda
  • Benih tidak kotor dan tercampur dengan benih yang berkualitas buruk (cacat, kosong, atau benih tanaman lain)
  • Memiliki daya kecambah atau daya untuk tumbuh yang cepat, sekitar 80%
Jika ciri-ciri benih di atas sudah dipenuhi, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam yang tepat untuk menanam atau menyemai benih terong ungu.

PERSIAPAN MEDIA TANAM

Cara menanam terong ungu yang kedua adalah dengan menyiapkan media tanamnya. Media tanam yang disediakan dengan tepat, merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses menanam terong.
  • Media tanam yang tidak tepat akan membuat tanaman gagal tumbuh dan berkembang.
  • Media tanam yang tepat bisa berupa seperti berikut ini:Tanah dengan kondisi gembur dan kaya zat organik
  • Padi sekam
  • Pot atau polybag yang berukuran sedang atau besar, serta sudah diberi lubang di bagian bawah
  • Cetok
  • Udara secukupnya untuk menyiram benih
Dianjurkan untuk menggunakan pot atau polybag yang berukuran besar, agar penyemaian dapat dilakukan dalam satu wadah yang sama. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tidak memiliki lahan luas untuk menyemai benih terong ungu.

PENYEMAIAN TERONG UNGU DI POT ATAU POLYBAG

Cara menanam terong ungu yang ketiga adalah dengan melakukan penyemaian terong ungu di pot atau polybag. Ketika sudah memiliki bibit terong ungu dan siapkan media tanamnya, langkah berikutnya adalah dengan melakukan penyemaian terhadap benih terong ungu. Penyemaian dapat dilakukan dengan mengikuti teknik seperti berikut ini.Rendamlah benih terong ungu ke dalam air hangat-hangat kuku selama kurang lebih 15 menit.
Sambil menunggu, campurkanlah tanah dan padi sekam, dan aduk rata dengan cetok.
  • Masukkanlah campuran tanah dan padi sekam dengan perbandingan 1: 1 ke dalam pot atau polybag.
  • Buatlah lubang-lubang tipis dengan jarak minimal 1 cm.
  • Letakkan benih terong ungu pada lubang-lubang yang telah dibuat.
  • Tutuplah benih dengan sisa campuran tanah dan padi sekam dengan takaran yang cukup.
  • Padatkan tanah dengan menepuk-nepuk secara perlahan.
  • Siram atau percikkan bibit dengan air secukupnya secara lembut. Lakukan secara teratur pada pagi dan sore hari.
  • Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari yang cukup.
  • Tunggulah sampai bibit terong ungu berkecambah. Biasanya perlu menunggu sekitar satu bulan.
PEMINDAHAN BIBIT TERONG UNGU

Cara menanam terong ungu keempat yaitu dengan memindahkan bibit terong ungu. Ketika bibit terong ungu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan kecambah, itu menandakan bahwa bibit tersebut sudah siap dipindahkan ke media tanam yang lebih besar. Bibit terong ungu yang sudah siap menangani biasanya penangguhan dengan pertumbuhan daun yang sudah muncul sebanyak 4 helai.
  • Dalam hal ini, bibit dapat dipindahkan ke dalam polybag atau pot yang berukuran sama namun dengan porsi satu pot untuk satu bibit tanaman. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk memindahkan bibit terong ungu adalah sebagai berikut.Siapkan beberapa polybag atau pot yang sudah diberi lubang di bagian bawah. Sesuaikan dengan jumlah bibit yang Anda miliki.
  • Campurlah media tanah dengan pupuk kandang dan sekam.
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam pot atau polybag yang telah disediakan.
  • Buatlah lubang di bagian tengahnya sedalam kurang lebih 5 cm.
  • Angkat bibit terong ungu yang sudah berkecambah secara perlahan dari media semai.
  • Tanam bibit di lubang yang telah dibuat.
  • Padatkan tanah dengan menepuk secara perlahan.
  • Siramlah dengan udara secukupnya dengan teratur, yaitu pada pagi dan sore hari.
PEMELIHARAAN TANAMAN TERONG UNGU

Setelah anda melihat cara menanam tanaman terong ungu, maka pada proses berikutnya Anda juga harus tahu bagaimana cara pemeliharaan tanaman terong ungu. Cara Pemeliharaan ini sangat penting dengan cara menanam, karena pemeliharaan yang baik, akan menghasilkan terong ungu yang berkualitas dan menghindari dari kegagalan panen.

Beberapa tips dalam merawat tanaman terong ungu adalah sebagai berikut:
  • Siramlah tanaman terong ungu dengan teratur, yaitu dua kali sehari setiap pagi dan sore hari.
  • Lakukanlah pemupukan susulan. Pilihlah pupuk organik, hindari pemberian pupuk kimia.
  • Periksalah daun-daun terong ungu. Jika ada yang terserang penyakit, segeralah untuk dipetik atau dibuang.
  • Cabutlah gulma-gulma yang berkeliaran di sekitar tanaman terong ungu. Untuk Anda yang menanam terong ungu langsung di lahan atau tanah (bukan di pot atau polybag), kecenderungan tumbuhnya gulma akan lebih tinggi, sehingga diperlukan kegiatan penyiangan secara berkala.
  • Pasang dan ikatkan bambu pada tanaman. Bambu berfungsi sebagai penyangga tanaman terong ungu.
PROSES PANEN TERONG UNGU

Jika proses cara menanam terong ungu dan pemeliharaannya sudah dilakukan sesuai prosedur yang baik dan benar, terong ungu yang Anda tanam akan tumbuh subur dan berbuah tepat pada waktunya, atau bahkan bisa lebih cepat. Waktu berbuah ini tentu tidak lepas dari faktor cuaca dan kondisi di sekitar wilayah tanam. Terong ungu yang siap panen biasanya sudah memasuki umur tiga sampai empat bulan.
  • Tanaman terong ungu dapat memproduksi buah di sekitar usia lima hingga enam bulan. Jika fase ini sudah dicapai oleh tanaman terong ungu, maka persiapkanlah diri Anda untuk memanen terong ungu. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk melakukan proses panen terong ungu.Pilihlah waktu panen yang tepat, yaitu pada pagi hari atau sore hari.
  • Petiklah terong ungu dengan menggunakan tangan. Anda dapat menggunakan sejenis alat potong tajam, seperti gunting atau pisau sebagai alternatifnya.
  • Petiklah terong hingga tangkainya.
  • Anda dapat memanen terong ungu pada tumbuhan yang sama selama tiga hingga tujuh hari sekali.
Sumber:
https://putatgede.kendalkab.go.id


Manfaat Ubi Jalar Untuk Diabetes, Mampu Turunkan Gula Darah?




Ubi jalar konon dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Apakah medis setuju dengan hal tersebut? Yuk, cari tahu!

Penderita diabetes dianjurkan untuk membatasi makanan yang manis agar kadar gula darah tetap stabil sehingga tidak memicu kemunculan komplikasi.

Namun, ada satu makanan ‘manis’ yang konon dapat dikonsumsi dengan aman oleh penderita diabetes. Bahkan, makanan ini disebut-sebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Makanan apa yang dimaksud? Ubi jalar! Banyak yang bilang, ubi jalar mengandung nutrisi yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah agar tidak melonjak.

Apakah medis setuju dengan manfaat ubi jalar untuk diabetes? Benarkah makanan ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah?

Menelisik Nutrisi Dalam Ubi Jalar


Ubi jalar memiliki ukuran dari kecil hingga besar. Jenis umbi-umbian ini juga tersedia dalam warna yang cukup bervariasi, termasuk di antaranya oranye, putih, dan ungu.

Melansir dari healthline, kadar nutrisi yang terkandung di dalam ubi jalar seberat 200 gram adalah sebagai berikut:

- Kalori: 180 kilokalori
- Karbohidrat: 41,4 gram
- Protein: 4 gram
- Lemak: 0,3 gram
- Serat: 6,6 gram
- Vitamin A: 769 persen dari kebutuhan harian
- Vitamin C: 65 persen dari kebutuhan harian
- Mangan: 50 persen dari kebutuhan harian
- Vitamin B6: 29 persen dari kebutuhan harian
- Kalium: 27 persen dari kebutuhan harian
- Asam pantotenat: 18 persen dari kebutuhan harian
- Tembaga (zinc): 16 persen dari kebutuhan harian
- Niasin: 15 persen dari kebutuhan harian

Manfaat Ubi Jalar Untuk Mengontrol Gula Darah

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, ubi jalar dipercaya dapat membantu penderita diabetes untuk menjaga kestabilan kadar gula darah meskipun memiliki rasa yang manis dan tinggi karbohidrat.

“Secara umum, ubi jalar memang memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah. Namun, masih diperlukan studi lanjutan untuk memastikan indeks glikemik dari tiap jenis ubi jalar yang ada,” ucap dr. Astrid.

Faktanya, ubi jalar oranye memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Ini artinya, ubi jalar berwarna oranye dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat apabila dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Oleh sebab itu, yang disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah ubi jalar ungu.

Satu studi yang diterbitkan pada Juli 2011 di Chinese Journal of Zhejiang University pernah meneliti efek ubi jalar ungu pada tikus dengan diabetes. Penelitian ini menemukan bahwa ubi jalar ungu dapat menurunkan kadar lipid dan gula darah setelah dikonsumsi.

Para peneliti menilai, kondisi tersebut disebabkan oleh kandungan flavonoid yang secara alami ditemukan dalam ubi jalar ungu.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, penelitian tersebut baru dilakukan pada hewan. Artinya, efek ubi jalar untuk diabetes yang dialami manusia masih belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Walau begitu, tidak ada salahnya jika penderita diabetes ingin mengonsumsi ubi jalar ungu. Asalkan, Anda perlu tetap memerhatikan porsi agar tidak berlebihan. Selain itu, ubi jalar ungu juga sebaiknya diolah dengan cara direbus atau kukus agar manfaatnya lebih optimal.

“Sebenarnya, tidak ada batas standar berapa ubi jalar yang boleh dikonsumsi. Jadi, tetap perhatikan porsi dan konsultasikan kepada dokter yang merawat penyakit diabetes Anda,” pungkas dr. Astrid.

Masih penasaran dengan pembahasan ubi jalar untuk diabetes? Ingin tahu lebih lanjut mengenai fakta medis lain? Anda bisa bertanya langsung kepada dokter dengan memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

Sumber:
https://www.klikdokter.com